0 Comments

Pasangan ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah, harus mengakhiri perjuangan mereka lebih cepat dari yang diharapkan di Daihatsu Indonesia Masters 2026. Dalam laga babak 32 besar yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada Rabu, 21 Januari 2026, mereka kalah dalam pertarungan tiga gim ketat dari wakil Thailand, Pakkapon Teeraratsakul dan Sapsiree Taerattanachai. Kekalahan ini memastikan langkah Amri/Nita terhenti di awal turnamen Super 500 tersebut.

Pertandingan dimulai dengan dominasi wakil Thailand pada gim pertama. Amri/Nita yang tampil di depan dukungan penonton tuan rumah terlihat kesulitan menghadapi kombinasi permainan cepat dan pertahanan kuat lawan. Mereka tertinggal secara konsisten dan akhirnya menyerah 21–14 di gim pembuka. Kekalahan di gim pertama ini membuat pasangan Indonesia harus bekerja ekstra keras pada interval selanjutnya.

Memasuki gim kedua, pola permainan Amri/Nita berubah menjadi lebih agresif. Mereka berhasil menekan lawan sejak awal dan memperbaiki ritme permainan di lapangan. Upaya tersebut membuahkan hasil, karena mereka mampu memenangi gim kedua dengan skor 21–15 dan memaksa laga berlanjut ke gim penentuan. Keberhasilan menyamakan kedudukan ini sempat membangkitkan optimisme publik Indonesia yang hadir di Istora Senayan.

Namun, gim ketiga kembali berjalan penuh tantangan bagi Amri/Nita. Wakil Thailand berhasil kembali mengambil kontrol pertandingan dengan strategi yang lebih stabil dan minim kesalahan, sehingga Amri/Nita harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 21–10 pada gim penentuan. Kekalahan ini pun membuat langkah ganda campuran Indonesia tersebut terhenti di babak 32 besar, sekaligus mengubur harapan mereka untuk melaju ke babak 16 besar.

Kekalahan ini tentu menjadi catatan penting bagi Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah, yang sebelumnya pernah menunjukkan permainan kompetitif di beberapa turnamen BWF World Tour. Meski sempat melaju ke babak selanjutnya di turnamen-turnamen sebelumnya seperti China Masters dan Korea Open di musim 2025, hasil di Indonesia Masters kali ini menjadi pengingat keras tentang tingginya level kompetisi di turnamen Super 500.

Dari sisi statistik, skor tiga gim ini mencerminkan pertarungan sengit di setiap fase pertandingan. Meski akhir laga tidak berpihak pada Amri/Nita, mereka tetap menunjukkan semangat juang tinggi dan mampu memberikan perlawanan sampai gim penentuan. Penampilan mereka juga menjadi bagian dari tradisi kuat Indonesia dalam sektor ganda campuran yang selalu diperhitungkan dalam skala internasional.

Kekalahan ini juga terjadi di tengah dominasi beberapa wakil Indonesia lain di sektor ganda campuran pada turnamen yang sama. Ada beberapa pasangan yang berhasil lolos ke babak 16 besar dan siap melanjutkan perjuangan mereka, terutama unggulan lokal yang tampil di hadapan publik sendiri.

Bagi Amri dan Nita, tersingkir di babak awal Indonesia Masters tentu menjadi bahan evaluasi. Baik dari segi strategi permainan maupun kesiapan fisik dan mental menghadapi tekanan dalam turnamen bergengsi di tanah air. Meski begitu, pengalaman bertanding hingga tiga gim di Istora tetap menjadi modal berharga untuk turnamen-turnamen mendatang di kalender BWF World Tour.

Related Posts