
Barcelona membuktikan bahwa mereka tidak selalu membutuhkan striker murni untuk menjadi ancaman serius di depan gawang. Dalam kemenangan telak 5-0 atas Elche pada laga pembuka LaLiga 2026/2027, tim asuhan Hansi Flick justru tampil sangat agresif meski tidak menurunkan penyerang tengah klasik.
Raphinha dipercaya mengisi posisi nomor sembilan dalam skema Barcelona. Hasilnya sangat positif. Pemain asal Brasil itu mencetak dua gol, sementara Fermín López juga menyumbangkan dua gol dan Karim Adeyemi mencetak satu gol pada debut kompetitifnya. Anthony Gordon, yang masuk dari bangku cadangan, turut memberikan dua assist.
Raphinha Jadi False Nine yang Mematikan
Absennya striker murni membuat Hansi Flick harus mencari solusi alternatif. Raphinha kemudian dimainkan sebagai false nine, sebuah peran yang membuatnya tidak terpaku di antara dua bek tengah lawan.
Dalam posisi tersebut, Raphinha dapat turun lebih dalam untuk menerima bola sekaligus membuka ruang bagi pemain dari lini kedua dan sayap untuk melakukan penetrasi. Strategi ini membuat pertahanan Elche kesulitan menentukan pemain mana yang harus dijaga.
Raphinha menunjukkan efektivitas peran tersebut dengan mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-14 dan kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-67. Ia juga berperan dalam terciptanya gol Adeyemi sebelum turun minum.
Performa tersebut menunjukkan bahwa Barcelona memiliki alternatif ketika tidak menurunkan striker tradisional.
Area Penalti Barcelona Dipenuhi Banyak Ancaman
Salah satu kunci kemenangan Barcelona adalah distribusi ancaman yang tidak hanya bergantung kepada satu pemain.
Ketika Raphinha bergerak lebih dalam, pemain seperti Fermín López dapat masuk ke area berbahaya. Di sisi lain, Adeyemi memiliki kecepatan untuk menyerang ruang dari posisi sayap.
Pola tersebut membuat Barcelona dapat menciptakan situasi berbahaya dari berbagai arah. Ketika satu pemain keluar dari posisinya untuk mengejar Raphinha, ruang lain bisa langsung dimanfaatkan pemain Barcelona.
Inilah yang membuat permainan tanpa striker murni justru terlihat sangat dinamis.
Fermín López Membuktikan Pentingnya Pemain dari Lini Kedua
Fermín López menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam kemenangan tersebut. Gelandang Barcelona itu mencetak dua gol pada babak kedua dan semakin memperlebar keunggulan timnya.
Kehadiran Fermín di sekitar kotak penalti menjadi salah satu keuntungan dari penggunaan false nine. Ketika Raphinha turun menjemput bola, Fermín memiliki kesempatan untuk bergerak ke ruang yang ditinggalkan pemain bertahan.
Barcelona akhirnya mencetak tiga gol pada babak kedua, memperlihatkan bahwa tekanan mereka tidak berhenti setelah unggul.
Adeyemi dan Gordon Menambah Variasi Serangan
Karim Adeyemi juga memberikan sinyal positif pada debut resminya bersama Barcelona. Penyerang Jerman tersebut mencetak gol pada penghujung babak pertama setelah menerima rangkaian permainan menyerang yang dibangun Barcelona.
Sementara itu, Anthony Gordon memberikan dampak besar setelah masuk sebagai pemain pengganti. Gordon mencatatkan dua assist, masing-masing untuk gol kedua Raphinha dan salah satu gol Fermín López.
Kehadiran keduanya memperlihatkan bahwa Barcelona memiliki banyak cara untuk menciptakan peluang. Mereka tidak harus terus-menerus memainkan bola menuju seorang target man di dalam kotak penalti.
Hansi Flick Mengubah Cara Barcelona Menyerang
Perubahan terbesar terlihat pada cara Barcelona mengorganisasi serangan.
Pada musim sebelumnya, Barcelona masih memiliki penyerang tengah yang dapat menjadi titik akhir serangan. Kini, dengan situasi skuad yang berbeda, Flick mencoba pendekatan yang lebih fleksibel.
Penggunaan Raphinha sebagai false nine memungkinkan pemain depan untuk bertukar posisi dan menciptakan ruang. Barcelona juga tetap dapat melakukan pressing tinggi dan transisi cepat setelah kehilangan bola.
Flick sendiri mendapat respons positif setelah Barcelona mengawali pertahanan gelar LaLiga dengan kemenangan 5-0. Ia menyebut hasil tersebut sebagai awal yang fantastis dan menilai kemenangan besar itu memberikan kepercayaan diri untuk pertandingan berikutnya.
Namun, Barcelona Tetap Membutuhkan Striker?
Kemenangan 5-0 memang menjadi bukti bahwa Barcelona bisa sangat berbahaya tanpa striker murni. Akan tetapi, satu pertandingan belum cukup untuk membuktikan bahwa solusi tersebut bisa digunakan sepanjang musim.
Barcelona masih dikaitkan dengan kebutuhan mencari pemain nomor sembilan setelah kepergian Robert Lewandowski dan Ferran Torres. Klub juga sebelumnya berusaha mendatangkan Julián Álvarez, tetapi Atletico Madrid menolak tawaran tersebut.
Artinya, performa Raphinha sebagai false nine dapat menjadi solusi taktis, tetapi belum tentu menjadi jawaban permanen.
Melawan lawan yang lebih kuat dan bermain dengan blok pertahanan yang lebih disiplin, Barcelona mungkin membutuhkan striker yang mampu memenangkan duel fisik, menahan bola, dan menyelesaikan peluang di ruang sempit.
Barcelona Mengirim Sinyal Kuat kepada Para Rival
Terlepas dari persoalan kebutuhan striker, kemenangan atas Elche menjadi pernyataan penting bagi Barcelona.
Lima gol tanpa kehadiran striker tengah klasik menunjukkan bahwa kekuatan utama Barcelona bukan hanya pada satu pencetak gol, tetapi pada sistem kolektif.
Raphinha dapat bergerak ke tengah, Fermín melakukan penetrasi dari lini kedua, Adeyemi menyerang dari sisi lapangan, sementara Gordon mampu memberikan energi baru ketika masuk sebagai pemain pengganti.
Dengan variasi tersebut, pertahanan lawan akan menghadapi lebih banyak masalah dibandingkan ketika hanya perlu mematikan satu striker.
Namun, Barcelona tetap perlu membuktikan pendekatan ini dalam pertandingan-pertandingan berikutnya. Elche baru menjadi ujian awal, sehingga konsistensi melawan lawan dengan kualitas lebih tinggi akan menjadi ukuran sebenarnya dari efektivitas sistem Flick.
Barcelona berhasil menunjukkan bahwa tanpa striker murni pun mereka tetap bisa ganas di area penalti. Penggunaan Raphinha sebagai false nine memberikan fleksibilitas yang membuat serangan Barcelona sulit diprediksi.
Raphinha mencetak dua gol, Fermín López juga membukukan dua gol, sementara Karim Adeyemi mencetak gol pada debutnya. Anthony Gordon kemudian memberikan dua assist setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Kemenangan 5-0 atas Elche bukan hanya tentang jumlah gol, tetapi juga menjadi bukti bahwa Hansi Flick memiliki berbagai opsi taktis. Jika pola tersebut terus berkembang, Barcelona bisa tetap menjadi salah satu tim paling berbahaya di LaLiga meskipun belum memiliki striker nomor sembilan yang benar-benar mapan.