
Final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 menjadi momen emosional bagi Herry Iman Pierngadi atau Herry IP. Aaron Chia/Soh Wooi Yik memang gagal membawa pulang gelar juara dunia kedua setelah kalah dari pasangan China, Liang Wei Keng/Wang Chang. Namun, kekalahan tersebut justru membuka peluang bahwa duet terbaik Malaysia itu belum tentu benar-benar akan berpisah.
Sebelum Kejuaraan Dunia 2026 digelar, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik disebut menjalani penampilan terakhir mereka sebagai pasangan. Herry IP sebelumnya memang berencana menguji kombinasi baru sebagai bagian dari persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Namun, perjalanan luar biasa Aaron/Soh di New Delhi membuat rencana tersebut kini menjadi jauh lebih rumit.
Aaron/Soh Gagal Meraih Gelar Dunia Kedua
Aaron Chia/Soh Wooi Yik datang ke final Kejuaraan Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah sebelumnya menyingkirkan pasangan nomor satu dunia, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Pada semifinal, Aaron/Soh tampil sangat solid dan menang dua gim langsung 21-17, 21-18 dalam waktu 43 menit. Hasil itu membawa mereka kembali ke final dunia untuk kali kedua setelah menjadi juara pada edisi 2022.
Sayangnya, momentum tersebut tidak berlanjut di partai puncak.
Menghadapi Liang Wei Keng/Wang Chang, Aaron/Soh kalah 17-21, 16-21. Pasangan China tersebut tampil lebih agresif dan mampu mengendalikan pertandingan, terutama ketika memasuki fase-fase penting di kedua gim.
Dengan hasil tersebut, Aaron/Soh harus puas dengan medali perak.
Kekalahan yang Terasa Lebih Menyakitkan bagi Herry IP
Bagi Herry IP, kekalahan di final tentu mengecewakan. Namun, ada sisi lain yang membuat perjalanan Aaron/Soh di Kejuaraan Dunia 2026 terasa sangat berarti.
Pasangan tersebut sebenarnya sudah sempat dipisahkan dan bermain bersama pemain lain. Herry melakukan perubahan kombinasi untuk mencari pasangan terbaik Malaysia menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
The Star bahkan menyebut Kejuaraan Dunia di New Delhi sebagai “last dance” Aaron/Soh karena turnamen tersebut direncanakan menjadi penampilan terakhir mereka bersama.
Artinya, Herry IP awalnya menghadapi kemungkinan harus mengakhiri salah satu duet paling sukses dalam sejarah ganda putra Malaysia.
Namun, Aaron/Soh justru memberikan alasan kuat untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.
Comeback Bersama Berbuah Final Dunia
Aaron/Soh kembali dipasangkan setelah sebelumnya menjalani periode dengan partner berbeda. Hasilnya langsung terlihat di panggung terbesar.
Mereka berhasil menembus final Kejuaraan Dunia dan mengalahkan pasangan nomor satu dunia di semifinal.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa chemistry Aaron dan Soh masih sangat kuat.
Keduanya telah bermain bersama dalam waktu lama sehingga memiliki pemahaman permainan yang tidak mudah dibangun oleh pasangan baru. Pergerakan, pola serangan, komunikasi, hingga kemampuan membaca situasi pertandingan sudah terbentuk melalui bertahun-tahun pengalaman bersama.
Karena itu, final Kejuaraan Dunia 2026 bukan hanya tentang medali perak.
Bagi Herry IP, performa Aaron/Soh bisa menjadi alasan untuk mempertanyakan kembali rencana pemisahan mereka.
Aaron/Soh Berpotensi Tidak Jadi Berpisah
Situasi semakin menarik setelah Aaron Chia dan Soh Wooi Yik sendiri memberikan indikasi bahwa mereka masih ingin melanjutkan kerja sama sebagai pasangan.
Menurut laporan terbaru, keduanya memberi sinyal bahwa rencana perpisahan belum tentu menjadi akhir perjalanan mereka. Setelah menjadi runner-up Kejuaraan Dunia, Aaron dan Soh disebut masih membuka kemungkinan untuk tetap bermain bersama.
Ini menjadi perkembangan penting bagi Herry IP dan Badminton Association of Malaysia (BAM).
Sebab, jika dua pemain yang bersangkutan masih ingin mempertahankan pasangan dan mampu mencapai final dunia setelah kembali bersatu, keputusan untuk memisahkan mereka tentu harus dipertimbangkan dengan sangat matang.
Herry IP Sempat Mencari Kombinasi Baru
Keputusan Herry IP untuk melakukan reshuffle bukan tanpa alasan.
Pelatih asal Indonesia tersebut memang tengah membangun kombinasi ganda putra Malaysia untuk jangka panjang. Fokus utamanya adalah mendapatkan pasangan yang dapat bersaing hingga Olimpiade Los Angeles 2028.
BAM bahkan terus melakukan perubahan kombinasi sepanjang 2026. Salah satu eksperimen yang dilakukan adalah memasangkan Aaron Chia dengan Man Wei Chong untuk turnamen tertentu.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa Herry tidak hanya ingin mempertahankan kondisi saat ini, tetapi juga mempersiapkan masa depan sektor ganda putra Malaysia.
Namun, penampilan Aaron/Soh di New Delhi memberikan hasil yang tidak bisa diabaikan.
Mereka kembali bersama dan langsung menjadi finalis Kejuaraan Dunia.
Razif Sidek: Memisahkan Aaron/Soh Defies Logic
Perdebatan mengenai masa depan Aaron/Soh juga mendapat perhatian dari legenda bulu tangkis Malaysia, Datuk Razif Sidek.
Razif secara terbuka mendorong BAM untuk mempertahankan Aaron Chia dan Soh Wooi Yik sebagai pasangan. Ia bahkan menilai keputusan untuk memisahkan keduanya sulit dipahami setelah melihat prestasi dan chemistry yang mereka miliki.
Pandangan tersebut tentu memiliki dasar yang kuat.
Aaron/Soh merupakan pasangan yang telah memberikan sejumlah pencapaian penting bagi Malaysia. Mereka menjadi ganda putra Malaysia pertama yang memenangkan Kejuaraan Dunia pada 2022 dan kembali mencapai final pada 2026.
Mereka juga masih mampu bersaing dengan pasangan terbaik dunia.
Karena itu, memisahkan pasangan dengan pengalaman sebesar Aaron/Soh jelas merupakan keputusan yang memiliki risiko.
Bukan Berarti Aaron/Soh Tidak Memiliki Kekurangan
Meski demikian, keberhasilan mencapai final Kejuaraan Dunia tidak otomatis berarti Aaron/Soh harus dipertahankan selamanya.
Herry IP tentu memiliki pertimbangan teknis dan jangka panjang.
Sepanjang 2026, Aaron/Soh beberapa kali gagal mengubah peluang final menjadi gelar. Mereka juga kembali menjadi runner-up pada All England 2026 setelah kalah dari Kim Won Ho/Seo Seung Jae dalam pertandingan tiga gim.
Masalah konsistensi di final menjadi salah satu aspek yang perlu dievaluasi.
Herry harus menentukan apakah kekurangan tersebut dapat diperbaiki dengan mempertahankan pasangan lama atau justru membutuhkan perubahan partner.
Inilah dilema terbesar yang sekarang dihadapi sektor ganda putra Malaysia.
Chemistry yang Tidak Mudah Digantikan
Dalam olahraga ganda, chemistry merupakan salah satu faktor paling penting.
Pemain tidak hanya harus memiliki kemampuan individu. Mereka juga harus memahami posisi partner, pola gerakan, timing serangan, dan cara menutup ruang ketika pasangan melakukan kesalahan.
Aaron dan Soh sudah memiliki semua itu.
Mereka telah melewati banyak pertandingan besar bersama, termasuk kemenangan di Kejuaraan Dunia 2022. Karena itu, membangun chemistry baru dengan partner lain tentu membutuhkan waktu.
Sementara itu, Aaron/Soh telah membuktikan bahwa mereka masih bisa langsung mencapai final dunia ketika kembali dipasangkan.
Itulah alasan mengapa keputusan Herry IP untuk memisahkan mereka kini tidak lagi sesederhana sebelumnya.
Final 2026 Bisa Menjadi Awal Baru
Ironisnya, kekalahan dari Liang/Wang mungkin justru menjadi awal dari babak baru Aaron/Soh.
Jika mereka berhasil memenangkan gelar, keputusan untuk mempertahankan pasangan tentu akan semakin mudah.
Namun, meski hanya mendapatkan perak, mereka tetap menunjukkan kualitas yang sangat tinggi dengan mengalahkan pasangan nomor satu dunia dan mencapai final.
Dengan kata lain, mereka kalah di pertandingan terakhir, tetapi berhasil memenangkan kembali kepercayaan terhadap duet mereka.
Bagi Herry IP, hal tersebut merupakan bahan evaluasi yang sangat berharga.
Menuju Olimpiade Los Angeles 2028
Target utama Herry IP dan BAM bukan hanya Kejuaraan Dunia 2026.
Semua perubahan pasangan yang dilakukan sepanjang tahun ini pada akhirnya mengarah kepada persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Karena itu, keputusan mengenai Aaron/Soh harus dilihat dari perspektif jangka panjang.
Jika mempertahankan Aaron/Soh dianggap sebagai pilihan terbaik, Herry harus memastikan mereka mampu memperbaiki konsistensi di pertandingan besar.
Jika tetap memisahkan mereka, Herry harus memastikan kombinasi baru mampu memberikan peningkatan yang signifikan.
Tidak ada keputusan yang sepenuhnya bebas risiko.
Aaron/Soh Masih Menjadi Harapan Besar Malaysia
Terlepas dari keputusan yang akan diambil, satu hal sudah terbukti di Kejuaraan Dunia 2026: Aaron Chia/Soh Wooi Yik masih merupakan salah satu pasangan ganda putra paling berbahaya di dunia.
Mereka datang sebagai pasangan yang sempat dipisahkan, tetapi berhasil mencapai final dunia setelah kembali bersatu.
Bahkan sebelum final, Aaron/Soh disebut sebagai pasangan ganda putra Malaysia yang paling dapat diandalkan untuk mendapatkan podium.
Kegagalan mengalahkan Liang/Wang tidak menghapus pencapaian tersebut.
Justru performa mereka membuat masa depan duet ini semakin menarik untuk ditunggu.
Final Kejuaraan Dunia 2026 memang menjadi momen pilu bagi Herry IP dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Mereka gagal merebut gelar dunia kedua setelah kalah 17-21, 16-21 dari Liang Wei Keng/Wang Chang.
Namun, kekalahan tersebut tidak sepenuhnya menjadi akhir.
Aaron/Soh justru memberikan bukti bahwa chemistry mereka masih kuat setelah mencapai final dunia dan menyingkirkan pasangan nomor satu dunia di semifinal.
Kini, muncul kemungkinan bahwa ganda putra terbaik Malaysia tersebut tidak jadi pecah. Aaron dan Soh sendiri memberi sinyal ingin tetap bersama, sementara sejumlah pihak di Malaysia juga mendorong BAM untuk mempertahankan mereka.
Bagi Herry IP, keputusan besar menanti: melanjutkan proyek pasangan baru menuju Los Angeles 2028 atau memberikan kesempatan kedua kepada duet yang baru saja membuktikan bahwa mereka masih mampu mencapai final dunia.
Kejuaraan Dunia 2026 mungkin gagal memberikan emas, tetapi bisa saja justru menyelamatkan salah satu duet paling ikonik Malaysia dari perpisahan.