
Rexy Mainaky tak menutup peluang mempertahankan Aaron Chia/Soh Wooi Yik sebagai salah satu andalan ganda putra Malaysia. Meski evaluasi dan persaingan internal terus berjalan, pasangan juara dunia tersebut dinilai masih memiliki kualitas serta pengalaman yang membuat mereka tetap layak diperhitungkan.
Masa depan Aaron Chia/Soh Wooi Yik kembali menjadi perhatian di tengah persaingan ketat sektor ganda putra Malaysia. Pasangan tersebut memang tidak selalu berada dalam performa terbaik, tetapi pengalaman dan pencapaian mereka membuat peluang untuk tetap menjadi pasangan utama masih terbuka.
Rexy Mainaky, yang memiliki peran penting dalam pengembangan sektor ganda putra Malaysia, dikenal tidak terburu-buru mengambil keputusan terkait komposisi pasangan. Evaluasi dilakukan berdasarkan performa, konsistensi, kondisi pemain, serta kebutuhan tim dalam menghadapi agenda besar.
Chia/Soh sendiri bukan pasangan sembarangan. Mereka pernah mengukir sejarah dengan menjadi ganda putra Malaysia pertama yang meraih gelar juara dunia pada 2022. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah bulu tangkis Malaysia.
Rexy Masih Membuka Peluang untuk Chia/Soh
Rexy Mainaky tampaknya masih melihat adanya potensi besar dari pasangan Aaron Chia dan Soh Wooi Yik.
Keduanya memiliki pengalaman menghadapi pertandingan besar dan sudah terbiasa bermain di bawah tekanan. Faktor tersebut menjadi modal penting ketika Malaysia membutuhkan pasangan yang mampu tampil dalam turnamen dengan level persaingan tinggi.
Bagi Rexy, pengalaman tidak otomatis menjamin tempat utama. Namun, pengalaman tersebut juga tidak bisa begitu saja diabaikan ketika proses evaluasi dilakukan.
Chia/Soh masih mempunyai kemampuan untuk bersaing dengan pasangan-pasangan terbaik dunia. Karena itu, peluang mereka untuk kembali menemukan konsistensi tetap terbuka.
Chia/Soh Punya Pengalaman di Panggung Besar
Salah satu alasan Chia/Soh masih dianggap cocok adalah pengalaman mereka dalam pertandingan penting.
Aaron Chia dan Soh Wooi Yik telah bermain bersama selama bertahun-tahun. Keduanya memahami karakter permainan masing-masing, termasuk pola bertahan, transisi menyerang, dan komunikasi ketika menghadapi tekanan.
Pengalaman tersebut menjadi keuntungan dibandingkan pasangan baru yang membutuhkan waktu untuk membangun chemistry.
Pada 2022, Chia/Soh bahkan berhasil mencetak sejarah dengan memenangkan Kejuaraan Dunia. Mereka mengalahkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di final dan membawa pulang gelar dunia pertama bagi Malaysia di sektor ganda putra.
Bukan Berarti Posisi Chia/Soh Aman
Meski masih memiliki peluang, posisi Chia/Soh tidak bisa dianggap sepenuhnya aman.
Malaysia saat ini mempunyai sejumlah pasangan ganda putra yang mampu memberikan tekanan. Persaingan internal tersebut justru menjadi keuntungan bagi BAM karena tersedia lebih banyak pilihan untuk menghadapi berbagai turnamen.
Rexy sebelumnya juga menegaskan bahwa Malaysia memiliki beberapa pasangan yang berpotensi bersaing di level tertinggi. Pada 2025, misalnya, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik berada di antara pasangan teratas dunia, sementara Man Wei Chong/Tee Kai Wun juga menjadi bagian dari kekuatan utama Malaysia.
Situasi tersebut membuat setiap pasangan harus terus menunjukkan performa terbaik.
Persaingan Internal Jadi Modal Malaysia
Persaingan antarpasangan justru bisa menjadi salah satu kekuatan Malaysia menuju agenda besar berikutnya.
Rexy pernah menyebut bahwa keberadaan beberapa pasangan kuat dapat meningkatkan kepercayaan diri pemain sekaligus menciptakan tekanan positif di dalam tim. Ia juga berharap sejumlah pasangan Malaysia mampu masuk jajaran elite dunia.
Dalam kondisi seperti ini, Chia/Soh tetap mempunyai kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka belum selesai.
Jika mampu kembali konsisten dan memenangkan pertandingan-pertandingan penting, pasangan tersebut bisa mempertahankan status sebagai salah satu kandidat utama Malaysia.
Chemistry Menjadi Keunggulan Chia/Soh
Salah satu aspek yang membuat Chia/Soh masih layak dipertahankan adalah chemistry yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun.
Dalam ganda putra, pemahaman antar-pemain menjadi faktor yang sangat penting. Pemain harus mampu membaca pergerakan partner dan mengambil keputusan dalam waktu sangat singkat.
Chia dan Soh sudah memiliki pengalaman panjang bersama. Mereka mengetahui kapan harus bermain agresif, kapan bertahan, serta bagaimana mengatasi tekanan ketika pertandingan memasuki fase krusial.
Hal tersebut tidak mudah diperoleh oleh pasangan baru.
Rexy Minta Pemain Tidak Cepat Puas
Rexy Mainaky juga dikenal menekankan pentingnya menjaga rasa lapar untuk meraih prestasi.
Dalam evaluasinya terhadap sektor ganda putra Malaysia, Rexy pernah mengingatkan pemain agar tidak terlena dengan pencapaian yang sudah diraih. Menurutnya, perjalanan menuju target Olimpiade 2028 masih panjang dan membutuhkan konsistensi.
Pesan tersebut juga relevan bagi Chia/Soh.
Status sebagai juara dunia bukan jaminan bahwa mereka akan terus berada di level teratas. Mereka tetap harus membuktikan kualitas melalui hasil pertandingan dan konsistensi di setiap turnamen.
Target Besar Menuju Olimpiade 2028
Persaingan ganda putra Malaysia juga tidak bisa dilepaskan dari persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Rexy sebelumnya menyatakan bahwa Malaysia memiliki peluang untuk memperebutkan dua tiket Olimpiade apabila beberapa pasangan mampu terus berada di jajaran elite dunia.
Dalam konteks tersebut, Chia/Soh masih memiliki waktu untuk membuktikan diri.
Pengalaman mereka di Olimpiade dan turnamen besar bisa menjadi nilai tambah. Namun, mereka tetap harus bersaing dengan pasangan-pasangan Malaysia lainnya yang juga memiliki ambisi serupa.
Chia/Soh Masih Bisa Jadi Andalan Malaysia
Tidak ada jaminan bahwa Chia/Soh akan selalu menjadi pilihan utama. Namun, menutup peluang mereka juga bukan keputusan yang tepat.
Dengan pengalaman, chemistry, dan rekam jejak yang dimiliki, pasangan tersebut masih memiliki modal untuk kembali ke performa terbaik.
Yang dibutuhkan sekarang adalah konsistensi. Jika Chia/Soh mampu mengurangi kesalahan sendiri, meningkatkan kualitas serangan, serta tampil lebih stabil dalam pertandingan besar, peluang mereka untuk kembali menjadi tumpuan Malaysia akan semakin besar.
Rexy Mainaky masih membuka peluang bagi Aaron Chia/Soh Wooi Yik untuk tetap menjadi salah satu andalan Malaysia. Pengalaman, chemistry, dan status mereka sebagai juara dunia menjadi alasan mengapa pasangan tersebut masih layak diperhitungkan.
Namun, persaingan internal ganda putra Malaysia semakin ketat. Chia/Soh tetap harus membuktikan kualitas melalui performa di lapangan.
Dengan target besar menuju Olimpiade 2028, Malaysia membutuhkan seluruh pasangan terbaiknya berada dalam kondisi maksimal. Jika mampu menemukan kembali konsistensi, Chia/Soh masih berpeluang memainkan peran penting dalam perjalanan tersebut.