Duel klasik Persib Bandung vs Persija Jakarta di BRI Super League 2026 kembali menghadirkan drama tak terlupakan. Salah satu bintang Persib, Dewangga, mengaku dirinya hingga kini belum bisa move-on dari pengalaman bermain di pertandingan tersebut. Dalam wawancara eksklusif, Dewangga menyebut laga itu sebagai “pertandingan paling gila dalam karier saya”, penuh ketegangan, emosi, dan momen tak terduga yang membuatnya sulit melupakan pengalaman itu.
Pertandingan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang dipenuhi oleh puluhan ribu suporter dari kedua kubu. Atmosfer panas langsung terasa sejak kick-off. Suara drum, yel-yel, dan koreografi suporter membuat stadion seolah “meledak” bahkan sebelum bola menggelinding. Dewangga mengaku, momen itu membuat adrenalin pemain langsung terpacu, karena rivalitas kedua tim sudah terkenal sengit dan penuh sejarah panjang.
Sejak menit awal, tempo pertandingan sangat tinggi. Persija dan Persib sama-sama bermain agresif, menekan pertahanan lawan, dan berusaha mengambil kendali. Dewangga, yang bermain di lini tengah Persib, menjadi salah satu penghubung vital antara pertahanan dan serangan. Ia harus terus bergerak, mengatur ritme permainan, dan membaca pergerakan lawan yang agresif. Menurutnya, tekanan dari suporter lawan dan intensitas duel fisik membuat pertandingan terasa seperti “perang kecil di lapangan”.
Gol-gol terjadi silih berganti. Persija sempat unggul melalui serangan balik cepat, namun Persib mampu membalas dengan kombinasi umpan cepat dan tembakan jarak jauh. Dewangga mengungkapkan bahwa setiap detik di lapangan penuh tekanan dan adrenalin. “Rasanya tidak ada waktu untuk bernapas. Setiap kali bola sampai ke kaki, rasanya dunia menunggu keputusan saya. Itu sangat intens, tapi juga membuat saya belajar banyak tentang fokus dan ketahanan mental,” katanya.
Tidak hanya serangan yang menegangkan, pertahanan juga menjadi sorotan. Dewangga sering menghadapi duel satu lawan satu dengan pemain Persija yang memiliki fisik kuat dan teknik mumpuni. Ia mengaku beberapa kali harus menahan gempuran lawan sambil tetap menjaga komposisi tim. “Beberapa tackle dan intersep yang saya lakukan benar-benar menegangkan, tapi itu momen yang membuat saya merasa hidup di lapangan,” ujar Dewangga.
Selain tekanan fisik, tekanan mental juga sangat tinggi. Duel ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga harga diri dan kebanggaan klub serta suporter. Dewangga mengakui bahwa beberapa momen di laga itu membuat emosinya naik turun, terutama saat Persija mencetak gol penyama dan ketika peluang emas Persib gagal dikonversi menjadi gol. Ia menyebut pengalaman itu mengajarkan pentingnya kontrol emosi, kerja sama tim, dan fokus penuh meski di bawah tekanan ekstrem.
Setelah peluit akhir, Persib berhasil memenangkan pertandingan dengan skor tipis. Namun bagi Dewangga, kemenangan itu bukan satu-satunya hal yang meninggalkan kesan mendalam. Ia menekankan bahwa atmosfer, tekanan, dan intensitas laga membuat pengalaman itu sulit dilupakan. “Saya sudah bermain banyak pertandingan besar, tapi duel ini berbeda. Ini bukan hanya tentang siapa menang atau kalah. Ini tentang sejarah, rivalitas, dan momen yang akan selalu saya ingat,” ungkapnya.
Dewangga juga menyoroti reaksi suporter yang luar biasa. Dukungan dari Bobotoh dan tekanan dari Jakmania membuat pertandingan terasa hidup. Ia menyebut bahwa sorakan suporter, koreografi, dan atmosfer stadion menambah tantangan sekaligus energi positif bagi pemain. Menurut Dewangga, menghadapi situasi seperti itu membutuhkan mental baja dan konsentrasi penuh, karena satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal bagi hasil tim.
Pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi Dewangga dalam kariernya. Ia menyadari bahwa sepak bola bukan hanya soal skill atau strategi, tetapi juga soal kemampuan menghadapi tekanan ekstrem, membaca situasi, dan bekerja sama dengan tim dalam kondisi penuh ketegangan. Duel ini juga membuatnya lebih menghargai peran suporter dan bagaimana mereka bisa mempengaruhi permainan.
Kini, meski laga sudah berlalu beberapa minggu, Dewangga mengaku masih sering mengingat momen-momen di pertandingan tersebut. Ia bahkan bercanda bahwa dirinya “tidak akan bisa move-on” dari laga itu dalam waktu dekat. Bagi Dewangga, duel Persib vs Persija di BRI Super League 2026 bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan pengalaman hidup yang memperkaya kariernya sebagai pemain profesional.
Kesimpulannya, duel Persib vs Persija kembali membuktikan bahwa rivalitas klasik ini selalu menghadirkan drama luar biasa. Bagi Dewangga, laga ini lebih dari sekadar pertandingan — ini adalah ujian mental, fisik, dan emosional yang akan selalu dikenangnya sebagai salah satu pengalaman paling gila dalam karier sepak bolanya. Intensitas, tensi, dan sejarah di balik pertandingan ini menjadikannya momen yang tak akan pernah dilupakan, baik oleh pemain maupun suporter.
