0 Comments

Persebaya Surabaya memilih bersikap hati-hati dalam menangani cedera Alex Martins menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Tim Bajul Ijo tidak ingin memaksakan sang striker kembali bermain sebelum benar-benar siap karena pengalaman Risto Mitrevski pada musim sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi tim.

Alex Martins mengalami dislokasi bahu ketika memperkuat Persebaya menghadapi Port FC pada laga terakhir Grup B Piala Presiden 2026, 1 Agustus lalu. Cedera tersebut terjadi menjelang pertandingan berakhir dan membuat pemain asal Brasil itu harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kondisi tersebut kemudian membuat Alex absen ketika Persebaya menghadapi Arema FC di semifinal Piala Presiden 2026. Kini, fokus utama tim bukan lagi memaksanya kembali secepat mungkin, melainkan memastikan sang bomber pulih dengan baik sebelum kompetisi resmi dimulai.

Persebaya Tidak Ingin Mengulangi Kasus Risto Mitrevski

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa tim memiliki pengalaman yang bisa dijadikan referensi dalam menangani kondisi Alex Martins. Salah satunya adalah kasus Risto Mitrevski yang sebelumnya mengalami situasi serupa.

Tavares memilih pendekatan konservatif karena tidak ingin proses pemulihan Alex justru terganggu akibat keputusan yang terlalu terburu-buru.

“Alex Martins masih cedera dan kami harus berhati-hati dengannya karena situasinya tidak biasa. Kami memiliki contoh yang bagus di sini bersama Risto yang musim lalu mengalami situasi serupa,” ujar Tavares seperti dikutip iLeague.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Persebaya tidak ingin mengambil risiko besar hanya demi memastikan Alex tampil pada pertandingan awal musim.

Bagi sebuah klub yang menghadapi kompetisi panjang, keputusan tersebut cukup masuk akal. Memaksakan pemain yang belum sepenuhnya pulih bisa saja membuat masalah menjadi lebih panjang dan menghilangkan kontribusinya dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.

Cedera Alex Martins Terjadi di Momen Penting

Cedera Alex menjadi pukulan bagi Persebaya karena sang striker sebenarnya sedang berada dalam periode penting bersama tim.

Dalam pertandingan melawan Port FC, Alex berhasil mencetak gol yang membantu Persebaya meraih kemenangan 2-1 sekaligus memastikan Green Force menutup fase grup Piala Presiden dengan hasil positif. Namun, pertandingan tersebut berakhir kurang ideal setelah Alex mengalami cedera bahu pada menit-menit akhir.

Tim medis Persebaya kemudian melakukan penanganan awal sebelum Alex dirujuk ke rumah sakit. Menurut keterangan resmi klub, upaya reposisi bahu di lapangan tidak dapat dilakukan secara optimal karena kondisi fisik dan kekuatan otot sang pemain, sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.

Situasi tersebut membuat Persebaya harus berhitung dengan cermat. Alex bukan sekadar pemain asing biasa, tetapi salah satu bagian penting dari rencana ofensif tim.

Super League 2026/2027 Lebih Penting daripada Pramusim

Persebaya memiliki alasan kuat untuk tidak memaksakan Alex Martins bermain pada turnamen pramusim.

Super League 2026/2027 dijadwalkan mulai bergulir pada awal September, sehingga masih terdapat waktu bagi Alex untuk menjalani proses pemulihan.

Daripada mengejar target tampil di pertandingan pramusim atau memaksakan kondisi agar bisa bermain pada awal kompetisi, Persebaya memiliki kepentingan yang lebih besar untuk memastikan Alex berada dalam kondisi terbaik dalam jangka panjang.

Cedera bahu membutuhkan perhatian khusus, terutama bagi pemain yang banyak terlibat dalam duel fisik. Sebagai striker, Alex harus berhadapan dengan bek lawan, melakukan kontak badan, melindungi bola, dan bertarung di area penalti.

Jika kondisi bahunya belum benar-benar stabil, risiko kambuh tentu menjadi perhatian.

Karena itu, pendekatan Persebaya yang lebih berhati-hati bisa menjadi investasi untuk perjalanan satu musim penuh.

Kedalaman Skuad Menjadi Ujian Persebaya

Absennya Alex Martins juga menjadi kesempatan bagi Persebaya untuk menguji kedalaman skuad.

Pelatih Bernardo Tavares harus menyiapkan alternatif di lini depan jika Alex belum mendapatkan lampu hijau dari tim medis. Situasi tersebut penting karena kompetisi panjang membutuhkan lebih dari satu pemain yang bisa diandalkan untuk mencetak gol.

Persebaya sebelumnya sudah menunjukkan bahwa mereka memiliki beberapa opsi dalam menyerang. Namun, karakter Alex sebagai striker tengah tetap berbeda dibandingkan pemain lain.

Karena itu, absennya Alex kemungkinan akan memengaruhi pendekatan taktik Persebaya. Tim bisa menggunakan striker alternatif, memainkan penyerang dengan mobilitas lebih tinggi, atau mengandalkan kombinasi pemain dari lini kedua.

Hal tersebut sekaligus menjadi ujian bagi Tavares untuk menunjukkan fleksibilitas taktiknya.

Persebaya Tidak Boleh Bergantung pada Satu Pemain

Situasi Alex juga mengingatkan bahwa perjalanan sebuah tim dalam satu musim tidak boleh bergantung pada satu pemain.

Alex Martins memang memiliki peran penting, tetapi Persebaya harus memiliki solusi ketika striker asal Brasil tersebut tidak tersedia. Kompetisi domestik berlangsung panjang dengan jadwal yang padat, sehingga cedera pemain merupakan sesuatu yang hampir tidak bisa dihindari.

Dengan mempersiapkan alternatif sejak awal, Persebaya dapat mengurangi dampak kehilangan Alex.

Justru dalam situasi seperti ini, pemain pelapis memiliki kesempatan untuk menunjukkan kualitas dan mendapatkan kepercayaan lebih besar dari Tavares.

Jika alternatif tersebut mampu tampil baik, Persebaya akan memiliki keuntungan tambahan ketika Alex akhirnya kembali.

Kasus Risto Menjadi Pengingat Penting

Pengalaman Risto Mitrevski menjadi salah satu alasan mengapa Persebaya tidak ingin terburu-buru.

Pesan yang ingin disampaikan cukup jelas: pemulihan pemain harus dilakukan dengan benar, bukan sekadar cepat.

Bagi klub, kehilangan Alex selama beberapa pertandingan mungkin terasa berat. Namun, kehilangan Alex dalam periode yang jauh lebih panjang akibat cedera kambuhan tentu akan menjadi masalah yang lebih besar.

Karena itu, keputusan tim medis dan pelatih harus mempertimbangkan kondisi pemain secara menyeluruh.

Persebaya perlu memastikan Alex tidak hanya mampu kembali berlatih, tetapi juga siap menjalani intensitas pertandingan kompetitif.

Kapan Alex Martins Bisa Kembali?

Untuk saat ini, belum ada kepastian waktu yang benar-benar final mengenai kapan Alex Martins dapat kembali memperkuat Persebaya.

Laporan terbaru menyebut sang pemain masih menjalani proses pemulihan dan diragukan tampil pada pertandingan awal Super League 2026/2027.

Persebaya tentu berharap proses rehabilitasi berjalan sesuai rencana. Namun, klub juga tidak memiliki alasan untuk mengambil risiko jika kondisi Alex belum memungkinkan.

Kembalinya Alex seharusnya ditentukan berdasarkan kesiapan medis dan fisik, bukan semata-mata kebutuhan pertandingan.

Persebaya Surabaya mengambil langkah hati-hati dalam menangani cedera Alex Martins dan tidak ingin mengulangi pengalaman kurang ideal seperti kasus Risto Mitrevski.

Cedera dislokasi bahu yang dialami Alex saat menghadapi Port FC membuat Persebaya harus melakukan perhitungan matang. Meskipun sang striker memiliki peran penting dalam lini serang, kesehatan jangka panjang pemain tetap menjadi prioritas.

Dengan Super League 2026/2027 menjadi kompetisi utama, Persebaya memiliki alasan untuk tidak memaksakan Alex kembali sebelum benar-benar siap.

Lebih baik kehilangan Alex untuk sementara daripada kehilangan sang bomber dalam jangka panjang. Jika proses pemulihan berjalan lancar, Persebaya diharapkan bisa mendapatkan kembali striker andalannya dalam kondisi yang lebih siap menghadapi persaingan panjang musim baru.elona.

Related Posts