0 Comments

Kejuaraan Dunia 2026 menghadirkan kejutan besar di sektor ganda putra. Ganda putra nomor satu dunia sekaligus juara bertahan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae dari Korea Selatan, gagal mempertahankan gelar setelah dikalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik dari Malaysia di semifinal.

Pertandingan yang berlangsung di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, Sabtu (22/8/2026), menjadi panggung kebangkitan Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Berstatus unggulan keempat, pasangan Malaysia tersebut tampil meyakinkan dan menumbangkan pasangan nomor satu dunia dalam dua gim langsung, 21-17, 21-18, hanya dalam waktu 43 menit.

Hasil tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan Kim Won Ho/Seo Seung Jae yang datang ke Kejuaraan Dunia 2026 dengan status sebagai juara bertahan.

Ganda Putra No. 1 Dunia Dibuat Kelimpungan

Kim Won Ho/Seo Seung Jae sebenarnya memasuki turnamen dengan modal yang sangat kuat. Mereka merupakan unggulan pertama sekaligus pasangan peringkat satu dunia. Status tersebut membuat keduanya menjadi salah satu kandidat utama untuk kembali merebut gelar juara dunia.

Namun, menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dominasi tersebut tidak terlihat.

Aaron dan Soh mampu memberikan tekanan sejak awal pertandingan. Mereka bermain agresif, tetapi tetap disiplin dalam bertahan sehingga pasangan Korea Selatan kesulitan mengembangkan permainan terbaiknya.

Pada gim pertama, Aaron/Soh berhasil menjaga keunggulan hingga menutup pertandingan dengan skor 21-17.

Situasi tidak banyak berubah pada gim kedua. Kim/Seo berusaha meningkatkan tempo permainan, tetapi Aaron/Soh mampu merespons dengan baik. Pasangan Malaysia akhirnya kembali menang 21-18 dan memastikan tiket ke final.

Murid Herry IP Berhasil Menumbangkan Juara Bertahan

Kemenangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik semakin menarik karena keduanya merupakan anak didik Herry Iman Pierngadi alias Herry IP, pelatih ganda putra Malaysia.

Herry IP sebelumnya memang memiliki target besar terhadap sektor ganda putra Malaysia di Kejuaraan Dunia 2026. Ia menuntut Aaron/Soh untuk tampil maksimal dan berjuang merebut gelar dunia.

Menariknya, Herry juga sangat memahami kualitas Kim Won Ho/Seo Seung Jae. Bahkan, sebelumnya ia pernah menyebut pasangan Korea Selatan tersebut sebagai pasangan yang komplet.

Karena itu, kemenangan Aaron/Soh dapat disebut sebagai salah satu hasil penting dari strategi dan persiapan yang dilakukan tim Malaysia.

Aaron/Soh Balas Kekalahan di Dua Final

Kemenangan di Kejuaraan Dunia 2026 terasa semakin spesial bagi Aaron Chia/Soh Wooi Yik karena mereka sebelumnya dua kali kalah dari Kim/Seo pada final turnamen besar tahun ini.

Pada Malaysia Open 2026, Aaron/Soh kalah dari pasangan Korea Selatan tersebut dalam pertandingan tiga gim. Kekalahan kembali terjadi di final All England 2026.

Dua kekalahan tersebut tentu menjadi pengalaman berharga bagi Aaron dan Soh.

Ketika kembali bertemu di panggung Kejuaraan Dunia, mereka tampil jauh lebih siap. Kali ini, pasangan Malaysia tidak memberikan kesempatan kepada Kim/Seo untuk memaksakan pertandingan hingga gim ketiga.

Strategi Aaron Chia dan Soh Wooi Yik Berhasil

Salah satu kunci kemenangan Aaron/Soh adalah kemampuan mereka mengendalikan tempo permainan.

Pasangan Malaysia tidak terburu-buru ketika mendapatkan tekanan. Mereka mampu menjaga pertahanan sekaligus mencari kesempatan untuk melakukan serangan.

Kondisi tersebut membuat Kim/Seo terlihat kesulitan menemukan celah. Sebagai pasangan yang dikenal agresif, Kim dan Seo justru harus lebih banyak menghadapi tekanan dari lawannya.

Laporan pertandingan juga menunjukkan bahwa Aaron/Soh mampu memanfaatkan status mereka sebagai underdog. Sebelum laga, mereka memang memiliki rekor kurang baik saat menghadapi pasangan Korea Selatan tersebut pada dua final tahun ini. Namun, situasi berbeda terjadi di semifinal Kejuaraan Dunia.

Kim Won Ho/Seo Seung Jae Gagal Pertahankan Gelar

Kekalahan ini membuat Kim Won Ho/Seo Seung Jae gagal mengulang kesuksesan mereka di Kejuaraan Dunia 2025.

Pasangan Korea Selatan tersebut sebelumnya berhasil menjadi juara dunia dan kemudian mempertahankan statusnya sebagai salah satu pasangan terbaik di dunia. Mereka juga memasuki Kejuaraan Dunia 2026 sebagai unggulan pertama.

Namun, perjalanan mereka kali ini harus berhenti di semifinal.

Bagi Kim/Seo, hasil tersebut tentu mengecewakan. Mereka sebenarnya hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk kembali tampil di final dan memiliki kesempatan mempertahankan mahkota juara dunia.

Sebaliknya, Aaron/Soh justru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menghidupkan kembali ambisi mereka menjadi juara dunia.

Aaron/Soh Kembali ke Final Kejuaraan Dunia

Kemenangan atas Kim/Seo membawa Aaron Chia/Soh Wooi Yik ke final Kejuaraan Dunia 2026.

Ini merupakan penampilan final kedua mereka di ajang tersebut. Sebelumnya, Aaron/Soh berhasil memenangkan gelar dunia pada 2022 di Tokyo dan menjadi pasangan Malaysia pertama yang meraih gelar juara dunia senior.

Kini, mereka memiliki kesempatan untuk kembali menjadi juara dunia.

Di partai final, Aaron/Soh akan menghadapi pasangan China Liang Wei Keng/Wang Chang. Pasangan tersebut melaju ke final setelah mengalahkan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan dari Chinese Taipei.

Herry IP Punya Peluang Mengakhiri Penantian

Keberhasilan Aaron/Soh melaju ke final juga menjadi kabar besar bagi Herry IP.

Pelatih asal Indonesia tersebut sebelumnya memang memiliki ambisi membawa ganda putra Malaysia meraih kesuksesan di panggung dunia. Dengan Aaron/Soh sudah berada di final, target tersebut kini tinggal selangkah lagi.

Herry bahkan sebelumnya menegaskan bahwa Aaron/Soh harus mengejar gelar dunia. Ia meminta anak didiknya untuk berjuang habis-habisan dan tidak terpengaruh tekanan pertandingan.

Jika Aaron/Soh mampu mengalahkan Liang/Wang di final, maka Herry IP akan mendapatkan salah satu pencapaian terbesar dalam kiprahnya bersama ganda putra Malaysia.

Kejuaraan Dunia 2026 menjadi bukti bahwa status sebagai nomor satu dunia dan juara bertahan tidak menjamin kemenangan.

Kim Won Ho/Seo Seung Jae datang sebagai unggulan pertama, tetapi justru harus tersingkir setelah dibuat kesulitan oleh Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Pasangan Malaysia yang merupakan murid Herry IP tersebut tampil solid dan menang dua gim langsung dengan skor 21-17, 21-18.

Kemenangan itu sekaligus membalas dua kekalahan mereka dari Kim/Seo pada final Malaysia Open dan All England 2026.

Kini, Aaron Chia/Soh Wooi Yik tinggal selangkah lagi dari gelar dunia kedua. Setelah menumbangkan ganda putra nomor satu dunia, mereka harus menghadapi tantangan terakhir melawan Liang Wei Keng/Wang Chang.

Jika berhasil menjadi juara, kemenangan tersebut bukan hanya menjadi pembuktian Aaron/Soh, tetapi juga menjadi keberhasilan besar Herry IP dalam membangun kembali kekuatan ganda putra Malaysia.

Related Posts