0 Comments

Herry Iman Pierngadi atau Herry IP masih membuka kemungkinan melakukan perubahan pasangan di sektor ganda putra Malaysia. Pelatih asal Indonesia tersebut menilai komposisi pasangan harus terus dievaluasi agar setiap pemain mendapatkan kombinasi yang paling sesuai dengan karakter dan kebutuhan permainan mereka.

Wacana bongkar-pasang pasangan kembali mencuat setelah Aaron Chia/Soh Wooi Yik berhasil mencapai final Kejuaraan Dunia 2026 di New Delhi. Meski harus puas dengan medali perak setelah kalah dari Liang Wei Keng/Wang Chang, perjalanan mereka menunjukkan bahwa eksperimen perubahan pasangan dapat memberikan perspektif baru.

Herry IP Tidak Menutup Kemungkinan Rombak Pasangan

Herry IP dikenal sebagai pelatih yang tidak ragu melakukan eksperimen ketika melihat adanya kebutuhan untuk meningkatkan performa pemain.

Sejak menangani sektor ganda putra Malaysia, ia memang mendapatkan tugas besar untuk meningkatkan daya saing para pemain menuju target jangka panjang, termasuk Olimpiade Los Angeles 2028. Herry dikontrak Badminton Association of Malaysia (BAM) selama empat tahun untuk menjalankan proyek tersebut.

Karena itu, perubahan pasangan menjadi salah satu opsi yang masih terbuka apabila evaluasi menunjukkan bahwa kombinasi tertentu dapat memberikan hasil lebih baik.

Aaron Chia dan Soh Wooi Yik Sempat Dipisahkan

Salah satu contoh eksperimen tersebut adalah Aaron Chia dan Soh Wooi Yik.

Pasangan yang telah bermain bersama selama bertahun-tahun itu sempat dipisahkan selama sekitar dua bulan sebelum kembali dipasangkan untuk Kejuaraan Dunia 2026. Meski sempat melalui periode perubahan, mereka mampu tampil solid dan mencapai partai final.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa perpisahan sementara tidak selalu berarti akhir dari sebuah kemitraan.

Bahkan, Aaron Chia mengakui bahwa bermain dengan partner berbeda dapat membantu pemain melihat kelemahan masing-masing dari perspektif baru.

Aaron Chia/Soh Wooi Yik Masih Berpeluang Bersama

Meskipun Herry IP membuka kemungkinan melakukan perubahan, bukan berarti Aaron Chia dan Soh Wooi Yik dipastikan akan berpisah secara permanen.

Direktur Kepelatihan Ganda Putra Malaysia Rexy Mainaky mengatakan keputusan mengenai kelanjutan duet tersebut akan dibuat setelah Asian Games. Ia juga memuji kemampuan Aaron dan Soh untuk kembali bekerja sama setelah sempat dipisahkan.

Artinya, evaluasi terhadap pasangan-pasangan Malaysia masih berjalan dan keputusan akhir belum tentu langsung mengarah pada perubahan permanen.

Kekalahan di Final Jadi Bahan Evaluasi

Kekalahan Aaron/Soh di final Kejuaraan Dunia 2026 juga memberikan sejumlah bahan evaluasi bagi tim pelatih.

Mereka kalah dua gim langsung dari Liang Wei Keng/Wang Chang dengan skor 17-21, 16-21. Herry menilai performa Aaron/Soh mengalami penurunan dibandingkan ketika mereka tampil di semifinal.

Menurut Herry, kesalahan sendiri menjadi salah satu faktor utama yang membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan. Pasangan China juga dinilai lebih percaya diri, terutama dalam duel di area depan net.

Persaingan Ganda Putra Semakin Ketat

Herry IP juga melihat bahwa persaingan ganda putra dunia saat ini sangat terbuka.

Tidak ada satu pasangan yang benar-benar mendominasi seluruh turnamen. Dalam beberapa bulan terakhir, pasangan dari negara berbeda silih berganti menjadi juara.

Situasi tersebut membuat Malaysia harus terus mencari formula terbaik untuk mempertahankan daya saingnya.

Menurut Herry, bahkan dominasi Korea Selatan yang sempat terlihat pada awal tahun sudah mulai berkurang. Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam kombinasi pemain dapat memberikan pengaruh besar dalam persaingan ganda putra dunia.

Mengapa Partner Baru Bisa Menjadi Solusi?

Dalam ganda putra, kecocokan partner sangat penting.

Setiap pemain memiliki karakter berbeda. Ada pemain yang lebih nyaman menjadi pengatur permainan di depan net, sementara pemain lainnya lebih efektif ketika bermain dari belakang lapangan.

Perubahan pasangan dapat memberikan kesempatan bagi pemain untuk menemukan kombinasi baru.

Selain itu, bermain dengan partner berbeda dapat membantu seorang atlet memahami kelemahan teknis dan taktisnya sendiri.

Hal tersebut juga menjadi alasan mengapa Herry IP masih mempertimbangkan kemungkinan melakukan perubahan pasangan di sektor ganda putra Malaysia.

Man Wei Chong dan Tee Kai Wun Jadi Bagian Penting

Salah satu pasangan yang berada dalam proyek Herry IP adalah Man Wei Chong/Tee Kai Wun.

Wei Chong sendiri tercatat sebagai salah satu pemain utama Malaysia dan pernah mencapai peringkat tinggi dunia bersama Tee Kai Wun. Profilnya juga menunjukkan Herry Iman Pierngadi sebagai pelatihnya.

Dengan banyaknya pemain berkualitas di sektor ganda putra Malaysia, Herry memiliki cukup banyak pilihan untuk melakukan eksperimen.

Namun, perubahan pasangan tentu harus dilakukan dengan pertimbangan matang karena chemistry dan komunikasi membutuhkan waktu untuk berkembang.

Target Besar Menuju Asian Games

Perubahan pasangan juga berkaitan erat dengan persiapan Malaysia menghadapi agenda besar berikutnya.

Setelah Kejuaraan Dunia 2026, perhatian akan beralih ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober.

Turnamen tersebut akan menjadi kesempatan penting bagi Herry IP dan tim kepelatihan untuk mengukur efektivitas komposisi pemain yang telah mereka siapkan.

Hasil evaluasi dari Asian Games nantinya dapat menjadi dasar untuk menentukan pasangan yang akan dipertahankan dalam jangka panjang.

Herry IP Kejar Formula Terbaik untuk Malaysia

Herry IP memiliki reputasi panjang dalam membangun dan menangani pasangan ganda putra kelas dunia.

Kariernya di Indonesia telah menghasilkan sejumlah prestasi besar, termasuk mendampingi Candra Wijaya/Tony Gunawan meraih emas Olimpiade Sydney 2000 serta Markis Kido/Hendra Setiawan memenangkan emas Olimpiade Beijing 2008.

Kini, tantangan tersebut berlanjut bersama Malaysia.

Herry harus menemukan kombinasi terbaik dari para pemain yang tersedia agar Malaysia dapat memiliki beberapa pasangan kompetitif sekaligus.

Herry IP masih membuka kemungkinan mengganti partner di sektor ganda putra Malaysia sebagai bagian dari proses evaluasi dan pencarian kombinasi terbaik.

Eksperimen terhadap Aaron Chia dan Soh Wooi Yik menunjukkan bahwa perubahan pasangan tidak selalu berdampak negatif. Setelah sempat dipisahkan, mereka mampu kembali bersama dan mencapai final Kejuaraan Dunia 2026.

Namun, keputusan mengenai pasangan tetap membutuhkan evaluasi menyeluruh. Dengan Asian Games 2026 dan target Olimpiade Los Angeles 2028 di depan mata, Herry IP memiliki tugas besar untuk memastikan Malaysia memiliki pasangan ganda putra yang mampu bersaing di level tertinggi.

Bongkar-pasang pasangan bukan sekadar perubahan nama, tetapi strategi untuk menemukan chemistry, pola permainan dan kombinasi yang paling efektif.

Related Posts