
DeMar DeRozan resmi sepakat bergabung dengan Denver Nuggets dengan kontrak satu tahun senilai US$3,9 juta, atau sekitar nilai veteran minimum NBA. Kesepakatan tersebut membuat pemain berusia 37 tahun itu memasuki musim ke-18 di NBA dan menjadi tim kelima sepanjang kariernya.
Kepindahan ini menjadi salah satu langkah menarik Denver Nuggets pada offseason 2026. DeRozan membawa pengalaman panjang, kemampuan mencetak angka, serta status sebagai enam kali NBA All-Star untuk memperkuat kedalaman skuad Denver.
DeMar DeRozan Pilih Denver Nuggets
DeRozan sebelumnya berstatus free agent setelah Sacramento Kings melepasnya pada offseason. Ia kemudian memilih Denver meski sejumlah tim lain, termasuk Miami Heat, Washington Wizards, dan New Orleans Pelicans, juga disebut menunjukkan ketertarikan.
Keputusan tersebut memberikan DeRozan kesempatan baru untuk bermain bersama tim yang memiliki ambisi besar di NBA. Sang veteran juga disebut telah berkomunikasi dengan sejumlah pemain utama Nuggets seperti Nikola Jokic, Jamal Murray, dan Aaron Gordon sebelum mengambil keputusan bergabung dengan Denver.
Bagi DeRozan, langkah ini juga menjadi kesempatan untuk mengejar gelar juara NBA pertama dalam kariernya.
Kontrak Veteran Minimum Senilai US$3,9 Juta
Kontrak DeRozan bersama Nuggets berlaku selama satu tahun dengan nilai US$3,9 juta. Nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan kompensasi yang sebelumnya diproyeksikan ia terima bersama Kings untuk musim 2026/2027.
Sebelum dilepas Sacramento, DeRozan dijadwalkan memperoleh US$25,7 juta pada musim 2026/2027, meski hanya US$10 juta dari jumlah tersebut yang dijamin. Setelah berstatus free agent, ia akhirnya memilih kontrak veteran minimum untuk bergabung dengan Nuggets.
Keputusan menerima kontrak minimum menunjukkan bahwa faktor kompetitif dan peluang mengejar gelar menjadi pertimbangan penting bagi DeRozan pada tahap kariernya saat ini.
Pengalaman DeRozan Jadi Aset Penting
DeRozan merupakan salah satu pemain veteran paling berpengalaman di NBA. Ia pertama kali dipilih Toronto Raptors sebagai pilihan kesembilan NBA Draft 2009 dan menghabiskan sembilan musim bersama klub tersebut.
Setelah itu, DeRozan memperkuat San Antonio Spurs, Chicago Bulls, dan Sacramento Kings sebelum akhirnya menuju Denver. Ia juga telah mencatat lebih dari 26.700 poin sepanjang kariernya dan berada di peringkat ke-16 dalam daftar pencetak angka terbanyak sepanjang sejarah NBA.
Dengan pengalaman selama hampir dua dekade, kehadiran DeRozan dapat memberikan tambahan kepemimpinan bagi ruang ganti Nuggets.
Performa DeRozan Masih Produktif
Meski sudah memasuki usia 37 tahun, DeRozan tetap mampu memberikan kontribusi ofensif yang signifikan.
Pada musim 2025/2026 bersama Sacramento Kings, ia mencatat rata-rata 18,4 poin, 4,1 assist, dan 2,9 rebound per pertandingan dalam 77 laga. Ia juga menembak 49,7 persen dari lapangan.
Musim tersebut memang menjadi kali pertama sejak 2012/2013 DeRozan gagal mencatat rata-rata sedikitnya 20 poin per pertandingan. Namun, konsistensinya dalam bermain tetap menjadi salah satu keunggulan utama.
DeRozan juga tampil setidaknya dalam 70 pertandingan pada lima musim terakhir, sebuah catatan yang memperlihatkan tingkat ketersediaannya yang tinggi bagi tim.
Nuggets Kehilangan Peyton Watson
Kedatangan DeRozan juga tidak terlepas dari perubahan komposisi roster Denver. Nuggets baru saja mengirim pemain muda Peyton Watson ke Cleveland Cavaliers melalui kesepakatan multi-tim. Watson sebelumnya menjadi salah satu pemain muda penting dalam rotasi Denver.
Musim lalu, Watson mencatat rata-rata 14,6 poin, 4,9 rebound, dan 2,1 assist serta menjadi starter dalam 40 pertandingan. Kepergiannya membuat Denver membutuhkan tambahan pemain berpengalaman untuk memperkuat kedalaman roster.
DeRozan memberikan profil yang berbeda. Ia tidak memiliki karakteristik pemain two-way seperti Watson, tetapi membawa kemampuan menciptakan tembakan dan mencetak poin yang telah terbukti selama bertahun-tahun.
Peran DeRozan di Denver Nuggets
DeRozan berpotensi menjadi salah satu sumber serangan utama dari bangku cadangan Denver. Kehadirannya memberikan Nuggets opsi tambahan ketika Nikola Jokic atau Jamal Murray membutuhkan bantuan dalam mencetak angka.
Kemampuan DeRozan dalam melakukan isolasi, menyerang ring, serta mencetak poin dari area mid-range dapat menjadi variasi penting dalam sistem ofensif Nuggets.
Di sisi lain, Denver perlu menyesuaikan penggunaan DeRozan dengan komposisi pemain yang sudah ada. Kemampuan bertahan dan efektivitas tembakan tiga angka bukanlah aspek yang paling menonjol dalam permainan DeRozan.
Namun, dengan kontrak veteran minimum, risiko finansial bagi Nuggets relatif lebih rendah dibandingkan jika mereka harus memberikan kontrak jangka panjang bernilai besar.
DeRozan Masih Mengejar Gelar NBA
Salah satu motivasi terbesar DeRozan dalam bergabung dengan Denver adalah kesempatan mengejar gelar NBA.
Sepanjang kariernya, DeRozan telah menjadi enam kali All-Star dan tiga kali masuk All-NBA, tetapi belum pernah memenangkan kejuaraan NBA. Kepindahannya ke Nuggets memberikan kesempatan untuk bermain dalam tim yang memiliki pemain seperti Jokic dan Murray.
Kini, DeRozan akan memasuki fase baru dalam kariernya. Ia tidak lagi harus menjadi pencetak angka utama seperti ketika masih menjadi pusat serangan di beberapa tim sebelumnya.
Sebaliknya, pengalaman dan kemampuan ofensifnya dapat digunakan untuk membantu Nuggets mengejar target lebih tinggi di Wilayah Barat.
DeMar DeRozan menerima kontrak satu tahun senilai US$3,9 juta dari Denver Nuggets untuk musim 2026/2027. Kontrak tersebut merupakan veteran minimum dan menjadi langkah penting bagi DeRozan yang memasuki musim ke-18 NBA.
Dengan pengalaman sebagai enam kali NBA All-Star, lebih dari 26.700 poin karier, serta produktivitas 18,4 poin per pertandingan musim lalu, DeRozan memberikan tambahan pengalaman dan daya serang bagi Denver.
Kini, tantangan berikutnya adalah bagaimana DeRozan beradaptasi dengan peran barunya dan membantu Nikola Jokic serta Denver Nuggets kembali bersaing untuk memperebutkan gelar NBA.