0 Comments

Eksperimen Herry IP di sektor ganda putra Malaysia mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan. Perombakan pasangan yang dilakukan Badminton Association of Malaysia (BAM) memberikan sinyal positif setelah pasangan-pasangan racikan baru mampu tampil kompetitif di Korea Masters 2026.

Namun, keberhasilan tersebut belum membuat Herry Iman Pierngadi bisa bernapas lega.

Korea Masters 2026 memang menjadi salah satu panggung penting untuk menguji efektivitas perubahan pasangan. Turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut berlangsung pada 4-9 Agustus 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian evaluasi BAM terhadap sejumlah kombinasi baru.

Bagi Herry, hasil satu turnamen belum cukup untuk menentukan pasangan mana yang akan dipertahankan dalam jangka panjang.

Eksperimen Herry IP Mulai Berbuah

BAM memang sengaja melakukan perubahan besar di sektor ganda putra.

Sejumlah pasangan baru dibentuk untuk diuji dalam beberapa turnamen. Di antaranya Aaron Chia-Aaron Tai, Man Wei Chong-Soh Wooi Yik, Tee Kai Wun-Yap Roy King serta Wan Arif Junaidi-Kang Khai Xing.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Malaysia untuk menemukan kombinasi terbaik menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Herry IP mendapatkan kepercayaan untuk menguji berbagai kombinasi tersebut bersama jajaran kepelatihan BAM.

Targetnya bukan sekadar memenangkan satu atau dua turnamen, melainkan menemukan pasangan yang benar-benar memiliki potensi untuk bersaing memperebutkan medali emas Olimpiade.

Korea Masters Jadi Ujian Penting

Korea Masters 2026 memiliki posisi penting dalam eksperimen tersebut.

Sebelumnya, BAM sudah merancang tiga turnamen sebagai ajang pengujian kombinasi baru, yakni China Open, Taiwan Open dan Korea Masters.

Rangkaian tersebut memungkinkan tim pelatih melihat perkembangan pemain dalam kondisi pertandingan yang berbeda-beda.

Karena itu, hasil Korea Masters tidak bisa dilihat secara terpisah.

Performa pemain di Korea harus dibandingkan dengan penampilan mereka pada turnamen sebelumnya untuk mengetahui apakah chemistry pasangan benar-benar berkembang atau hanya muncul karena momentum sesaat.

Tee Kai Wun-Yap Roy King Buktikan Potensi

Salah satu pasangan yang mendapat perhatian besar adalah Tee Kai Wun-Yap Roy King.

Keduanya merupakan kombinasi baru yang dibentuk sebagai bagian dari eksperimen BAM.

Menariknya, pasangan tersebut mampu mengalahkan sesama pasangan Malaysia Aaron Chia-Aaron Tai di perempat final Korea Masters. Kemenangan itu menjadi bukti bahwa persaingan internal Malaysia semakin terbuka.

Hasil tersebut tentu menjadi modal penting bagi Herry IP.

Namun, di sisi lain, kemenangan atas pasangan yang lebih senior juga membuat tuntutan terhadap mereka semakin besar.

Setelah menunjukkan kemampuan menghadapi pasangan papan atas, mereka harus membuktikan bahwa performa tersebut dapat dipertahankan.

Man Wei Chong-Soh Wooi Yik Juga Menjanjikan

Eksperimen lainnya adalah pasangan Man Wei Chong-Soh Wooi Yik.

Soh Wooi Yik sebelumnya dikenal sebagai pasangan Aaron Chia selama bertahun-tahun. Sementara Man Wei Chong sebelumnya berduet dengan Tee Kai Wun.

Memisahkan dua pasangan tersebut tentu bukan keputusan sederhana.

Namun, BAM ingin melihat apakah kombinasi antara pemain berpengalaman dan pemain dengan karakter berbeda dapat menghasilkan pasangan yang lebih kuat.

BAM sebelumnya memang menegaskan bahwa perubahan tersebut dilakukan untuk menemukan kombinasi terbaik menuju Olimpiade 2028, bukan karena pasangan lama dianggap sudah tidak memiliki masa depan.

Aaron Chia-Aaron Tai Jadi Eksperimen Menarik

Aaron Chia-Aaron Tai juga menjadi salah satu kombinasi yang paling menarik perhatian.

Aaron Chia merupakan pemain senior dengan pengalaman besar di level internasional. Sementara Aaron Tai merupakan pemain muda yang dianggap memiliki potensi besar.

Bahkan sebelum eksperimen ini berlangsung, Aaron Tai sudah menunjukkan kemampuan menghadapi lawan-lawan elite. Ia dan Kang Khai Xing pernah mengalahkan pasangan India Satwiksairaj Rankireddy-Chirag Shetty di All England 2026.

Pengalaman tersebut membuat Aaron Tai dinilai memiliki modal untuk berkembang.

Bagi Herry IP, memasangkan pemain muda dengan senior seperti Aaron Chia bisa menjadi salah satu cara mempercepat proses pematangan.

Aaron Chia-Aaron Tai Sempat Menjadi Runner-up

Sebelum Korea Masters, Aaron Chia-Aaron Tai juga sudah menunjukkan bahwa kombinasi mereka bukan sekadar eksperimen tanpa hasil.

Pasangan tersebut berhasil mencapai final Taiwan Open 2026 dan harus puas menjadi runner-up. Hasil itu memberikan indikasi bahwa chemistry keduanya mulai terbentuk.

Namun, mereka kemudian tersingkir di perempat final Korea Masters setelah kalah dari Tee Kai Wun-Yap Roy King.

Situasi tersebut justru memperlihatkan betapa ketatnya persaingan antarpasangan Malaysia.

Tidak ada pasangan yang benar-benar aman dari evaluasi.

Mengapa Herry IP Belum Bisa Santai?

Jawabannya sederhana: target Malaysia jauh lebih besar daripada sekadar gelar Korea Masters 2026.

BAM ingin membangun pasangan yang mampu bersaing di Olimpiade Los Angeles 2028.

Rexy Mainaky sebelumnya menjelaskan bahwa perubahan pasangan dilakukan dengan tujuan menemukan kombinasi yang bisa membawa Malaysia meraih medali emas Olimpiade.

Dengan target sebesar itu, satu gelar Super 300 belum cukup menjadi bukti.

Herry harus melihat berbagai aspek lain seperti konsistensi, komunikasi, daya tahan, kemampuan menghadapi tekanan dan kualitas permainan ketika menghadapi pasangan elite dunia.

Chemistry Menjadi Faktor Utama

Dalam ganda putra, kualitas individu bukan satu-satunya faktor penentu.

Dua pemain dengan kemampuan luar biasa belum tentu menjadi pasangan yang efektif.

Mereka harus memahami pergerakan satu sama lain, mengetahui kapan menyerang, kapan bertahan, siapa yang mengambil bola di area tertentu dan bagaimana merespons ketika strategi awal tidak berjalan.

Karena itu, Herry membutuhkan lebih banyak pertandingan untuk melihat chemistry setiap pasangan.

Hasil di Korea Masters memberikan data tambahan, tetapi belum menjadi keputusan akhir.

Konsistensi Lebih Penting daripada Satu Gelar

Inilah alasan mengapa Herry IP tidak boleh terlalu cepat puas.

Pasangan baru bisa saja tampil luar biasa dalam satu turnamen, tetapi kesulitan mempertahankan performa pada turnamen berikutnya.

Sebaliknya, pasangan yang tersingkir lebih awal belum tentu gagal secara keseluruhan.

Pelatih harus melihat pola performa dalam periode yang lebih panjang.

Jika sebuah pasangan mampu konsisten mencapai perempat final, semifinal atau final di turnamen berbeda, barulah potensi jangka panjangnya semakin mudah dinilai.

Olimpiade 2028 Sudah Menjadi Target

Persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028 menjadi alasan utama BAM berani melakukan perubahan sejak sekarang.

Lee Chong Wei sebelumnya menegaskan bahwa Malaysia tidak ingin menunggu hingga terlalu dekat dengan

Related Posts