
NEW DELHI – Badminton Association of India (BAI), yang bisa disebut sebagai “PBSI-nya India”, menyiapkan langkah tak biasa menjelang Kejuaraan Dunia BWF 2026. Setelah insiden mengganggu pada India Open 2026, panitia kini menggunakan jasa “monkey whisperer” atau peniru suara lutung (langur) untuk menghalau monyet rhesus dari area pertandingan.
Kejuaraan Dunia BWF 2026 dijadwalkan berlangsung di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, pada 17-23 Agustus 2026. India ingin memastikan turnamen bergengsi tersebut berlangsung jauh lebih tertib dibandingkan India Open yang sempat mendapat sorotan akibat berbagai gangguan di arena.
Monyet Jadi Masalah Serius Menjelang Kejuaraan Dunia
Langkah menggunakan peniru suara monyet muncul setelah penyelenggaraan India Open 2026 di venue yang sama menghadapi sejumlah persoalan.
Pada turnamen tersebut, pertandingan sempat terganggu oleh kehadiran monyet, burung, hingga kotoran burung yang jatuh di area lapangan. Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian serius karena standar penyelenggaraan turnamen BWF harus mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pemain internasional.
Kini, BAI tidak ingin kejadian serupa terulang pada BWF World Championships 2026. Panitia bahkan melakukan berbagai persiapan tambahan untuk memastikan venue benar-benar siap sebelum para pemain terbaik dunia datang ke New Delhi.
Jurus Unik: Hadirkan “Monkey Whisperer”
Salah satu solusi paling unik adalah mempekerjakan orang yang memiliki kemampuan menirukan suara langur, jenis monyet yang secara alami ditakuti oleh monyet rhesus.
Cara tersebut telah digunakan di sejumlah wilayah India sebagai metode untuk mengusir monyet tanpa harus menangkap atau melukai hewan tersebut.
Para “monkey whisperer” akan menghasilkan suara yang menyerupai langur. Tujuannya sederhana, yakni membuat monyet rhesus mengira terdapat predator atau ancaman di sekitar arena sehingga mereka memilih menjauh.
Menurut laporan Reuters, salah satu peniru suara yang dilibatkan merupakan generasi ketiga dari keluarga yang menjalankan pekerjaan tersebut. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi India untuk membuat venue Kejuaraan Dunia 2026 lebih aman dan terkendali.
Bukan Sekadar Monyet, Burung Juga Diantisipasi
BAI tidak hanya fokus mengatasi masalah monyet.
Pengelola venue juga mengambil sejumlah langkah untuk mencegah gangguan dari burung. Salah satunya adalah penggunaan gel non-toksik untuk mencegah burung bertengger di area tertentu.
Langkah tersebut penting karena masalah burung juga sempat mengganggu India Open 2026. Bahkan, kotoran burung yang jatuh ke area pertandingan menjadi salah satu persoalan yang mendapatkan sorotan.
Selain itu, panitia menyiapkan langkah lain seperti pintu otomatis untuk membantu mencegah masuknya monyet dan anjing liar ke dalam gedung.
India Tak Mau Kejadian India Open Terulang
Kejuaraan Dunia BWF memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan turnamen reguler.
Ajang ini akan mempertemukan pemain-pemain terbaik dunia dalam lima nomor, yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Karena itu, kualitas venue dan penyelenggaraan menjadi bagian penting dari reputasi negara tuan rumah.
BAI menyadari bahwa India Open 2026 menjadi semacam ujian yang tidak berjalan sempurna. Namun, federasi badminton India kemudian menggunakan pengalaman tersebut untuk melakukan perbaikan.
BAI bahkan menyatakan telah melakukan transformasi besar terhadap Indira Gandhi Indoor Stadium dan menargetkan penyelenggaraan Kejuaraan Dunia BWF terbaik yang pernah digelar di India.
PV Sindhu Dukung Cara Unik India
Langkah mengerahkan “monkey whisperer” mungkin terdengar tidak biasa, tetapi mendapat dukungan dari salah satu ikon badminton India, PV Sindhu.
Sindhu menilai solusi tersebut merupakan bagian unik dari upaya India memastikan Kejuaraan Dunia berjalan dengan baik. Ia juga mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh pihak-pihak di belakang layar untuk memastikan masalah-masalah kecil tidak berkembang menjadi gangguan besar selama pertandingan.
Dukungan tersebut menunjukkan bahwa persoalan penyelenggaraan bukan hanya menjadi tanggung jawab BAI, tetapi juga mendapatkan perhatian dari para pemain dan legenda badminton India.
Kejuaraan Dunia 2026 Jadi Ujian Reputasi India
India memiliki ambisi besar untuk semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu negara penting dalam dunia badminton.
Menggelar BWF World Championships 2026 di New Delhi merupakan kesempatan untuk menunjukkan bahwa India mampu menjadi tuan rumah turnamen olahraga internasional dengan standar tinggi.
Karena itu, persiapan venue menjadi sangat penting. Gangguan seperti monyet, burung, anjing liar, maupun persoalan kebersihan memang terlihat sederhana, tetapi dapat memberikan dampak besar terhadap citra penyelenggara apabila terjadi ketika pertandingan sedang berlangsung.
Dengan berbagai perbaikan yang dilakukan, BAI ingin memastikan perhatian dunia tertuju pada pertandingan dan para atlet, bukan pada persoalan venue.
Misi India Mengubah Kritik Menjadi Pembuktian
Kejuaraan Dunia 2026 juga menjadi kesempatan bagi India untuk mengubah cerita dari India Open.
Jika sebelumnya kondisi arena menjadi bahan kritik, kali ini BAI ingin menjadikan Indira Gandhi Indoor Stadium sebagai venue yang mampu memberikan pengalaman terbaik bagi pemain dan penonton.
Langkah menggunakan “monkey whisperer” mungkin menjadi bagian paling unik dari persiapan tersebut. Namun di balik solusi yang terdengar menggelitik itu terdapat pesan serius: India tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun menjelang Kejuaraan Dunia.
Dengan perbaikan fasilitas, pengendalian gangguan hewan, serta persiapan operasional yang lebih ketat, India berusaha memastikan Kejuaraan Dunia BWF 2026 berlangsung tanpa masalah yang dapat mengganggu jalannya pertandingan.
Bukan Lagi Soal Monyet, tetapi Martabat Kejuaraan Dunia
Pada akhirnya, “jurus penghalau monyet” hanyalah satu bagian kecil dari persiapan panjang India.
Target sebenarnya jauh lebih besar, yakni memastikan Kejuaraan Dunia BWF 2026 berjalan profesional dan mampu meningkatkan kepercayaan dunia terhadap India sebagai tuan rumah event olahraga internasional.
Turnamen akan berlangsung pada 17 hingga 23 Agustus 2026, sehingga seluruh persiapan kini memasuki tahap akhir.
Jika seluruh rencana berjalan sesuai harapan, penonton mungkin hanya akan mengingat aksi para juara dunia di lapangan—bukan monyet yang masuk ke arena.
Bagi BAI, itulah kemenangan pertama sebelum pertandingan Kejuaraan Dunia 2026 benar-benar dimulai.