
Selama bertahun-tahun, terdapat spekulasi bahwa Mourinho sebenarnya menjadi salah satu kandidat utama untuk menggantikan Sir Alex Ferguson di Manchester United setelah Ferguson memutuskan pensiun pada 2013.
Dalam dokumenter Netflix tersebut, Mourinho akhirnya mengonfirmasi bahwa ia memang sempat mencapai kesepakatan untuk mengambil alih Manchester United setelah meninggalkan Real Madrid.
Mourinho mengungkapkan bahwa ketika meninggalkan Madrid, ia sudah menandatangani kesepakatan untuk menjadi penerus Ferguson. Pengakuan tersebut menjadi salah satu pengungkapan terbesar dalam dokumenter Netflix Mourinho, karena selama bertahun-tahun posisi tersebut justru dikenal sebagai pekerjaan yang akhirnya diberikan kepada David Moyes.
Ferguson sendiri turut memberikan kesaksian dalam dokumenter tersebut. Menurut mantan manajer Manchester United itu, Mourinho pada awalnya terlihat sudah menerima tawaran tersebut. Namun, situasinya berubah secara tiba-tiba.
Keputusan Mourinho berubah setelah ia mendapat kesempatan untuk kembali ke Chelsea. Hubungannya dengan klub London tersebut memiliki nilai emosional yang sangat kuat setelah sebelumnya membawa Chelsea meraih dua gelar Premier League pada 2004/05 dan 2005/06.
Mourinho akhirnya memilih kembali ke Stamford Bridge.
Menurut kisah yang disampaikan Ferguson, Mourinho bahkan meneleponnya dalam kondisi emosional dan mengatakan bahwa ia telah memberikan janji kepada Chelsea dan tidak ingin mengingkari janji tersebut. Ferguson mengaku memahami alasan Mourinho, meskipun tetap merasa kecewa.
Manchester United yang Hampir Mendapatkan Mourinho
Pengungkapan tersebut tentu menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana jika Mourinho benar-benar menjadi penerus Ferguson pada 2013?
Manchester United pada akhirnya menunjuk David Moyes sebagai penerus Ferguson. Mourinho kemudian kembali ke Chelsea sebelum akhirnya bertualang ke Manchester United beberapa tahun kemudian.
Ironisnya, Mourinho akhirnya memang menjadi manajer Manchester United pada 2016. Ia berhasil mempersembahkan Community Shield, EFL Cup, dan UEFA Europa League pada musim pertamanya, tetapi masa kepemimpinannya di Old Trafford berakhir pada Desember 2018.
Dengan demikian, kisah dalam dokumenter Netflix tersebut memberikan perspektif berbeda terhadap perjalanan Mourinho dan Manchester United. Kesepakatan yang hampir terjadi pada 2013 ternyata bukan sekadar rumor, melainkan sesuatu yang menurut Mourinho dan Ferguson memang sudah berada di tahap serius.
Hubungan Rumit Mourinho dengan Roman Abramovich
Selain kisah Manchester United, dokumenter Mourinho juga kembali membuka hubungan kompleks antara Mourinho dan Roman Abramovich, pemilik Chelsea pada era pertama dan kedua Mourinho di klub tersebut.
Mourinho memiliki hubungan yang sangat erat sekaligus penuh dinamika dengan Abramovich. Di satu sisi, Abramovich memberikan dukungan finansial yang memungkinkan Mourinho membangun salah satu tim Chelsea paling dominan di Inggris.
Di sisi lain, hubungan keduanya juga mengalami ketegangan, terutama ketika Mourinho kembali menangani Chelsea untuk periode keduanya.
Dokumenter tersebut memperlihatkan bagaimana Mourinho memandang berbagai konflik yang terjadi sepanjang kariernya. Hubungannya dengan para pemilik klub, pemain, media, dan rival menjadi bagian penting dalam membentuk citra Mourinho sebagai manajer yang tidak pernah takut menyampaikan pendapatnya. Financial Times juga menyoroti bagaimana dokumenter ini membahas hubungan Mourinho dengan Abramovich, Arsène Wenger, Barcelona, serta berbagai konflik yang mewarnai kariernya.
Benarkah Mourinho Membalas “Dendam” kepada Abramovich?
Istilah “dendam” terhadap Abramovich lebih tepat dipahami sebagai narasi dan interpretasi dari perjalanan hubungan mereka, bukan sebagai sebuah pengakuan bahwa Mourinho secara literal menjalankan aksi balas dendam.
Mourinho dan Abramovich pernah berada di puncak kesuksesan bersama Chelsea. Namun, hubungan tersebut juga berakhir dengan pemecatan Mourinho pada periode pertamanya dan kemudian kembali mengalami keretakan pada periode keduanya.
Bagi Mourinho, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya. Ia kemudian membuktikan kemampuannya di klub-klub lain seperti Inter Milan, Real Madrid, Manchester United, dan Roma.
Kesuksesan Mourinho bersama Inter Milan menjadi salah satu jawaban terbesar terhadap keraguan yang mungkin muncul setelah perpisahannya dengan Chelsea. Pada 2010, ia membawa Inter meraih treble, termasuk Liga Champions, Serie A, dan Coppa Italia.
Karier tersebut memperkuat reputasi Mourinho sebagai pelatih yang mampu membangun tim juara di berbagai negara dan lingkungan sepak bola yang berbeda.
Dokumenter yang Menampilkan Sisi Lain “The Special One”
Netflix tidak hanya menampilkan trofi Mourinho. Dokumenter ini juga berusaha memperlihatkan sisi manusia di balik karakter kontroversial tersebut.
Menurut Netflix, Mourinho menampilkan perjalanan sang pelatih dari kesuksesan bersama FC Porto hingga periode di Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan Roma. Mourinho telah memenangkan gelar liga di empat negara dan dua kali mengangkat trofi Liga Champions.
Sejumlah mantan pemain dan kolega turut memberikan perspektif mengenai Mourinho. Nama-nama seperti John Terry, Frank Lampard, Didier Drogba, Zlatan Ibrahimović, Iker Casillas, Samuel Eto’o, Javier Zanetti, dan Petr Čech menjadi bagian dari dokumenter tersebut.
Hal tersebut membuat dokumenter Mourinho menarik bukan hanya bagi penggemar Chelsea, Manchester United, Real Madrid, atau Inter Milan, tetapi juga bagi penonton yang ingin memahami bagaimana Mourinho membangun reputasinya sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam sepak bola modern.
Pep Guardiola Justru Tidak Muncul
Salah satu hal menarik lainnya adalah absennya Pep Guardiola dari dokumenter tersebut.
Guardiola dan Mourinho memiliki salah satu rivalitas paling terkenal dalam sepak bola modern, terutama ketika keduanya berhadapan dalam pertandingan El Clásico antara Barcelona dan Real Madrid.
Produser dokumenter Miles Coleman mengungkap bahwa Guardiola sebenarnya terbuka untuk terlibat, tetapi terdapat sebuah persyaratan yang dianggap sulit dipenuhi oleh tim produksi. Akibatnya, Guardiola tidak muncul dalam serial tersebut.
Absennya Guardiola justru menambah rasa penasaran terhadap dokumenter tersebut, mengingat rivalitas keduanya merupakan salah satu bagian paling terkenal dari perjalanan Mourinho.
Mourinho, Ferguson, Chelsea, dan Warisan yang Terus Dibicarakan
Pengungkapan mengenai Manchester United menjadi semakin menarik karena menunjukkan bahwa sejarah sepak bola modern bisa saja berubah hanya karena satu keputusan.
Jika Mourinho menerima tawaran Manchester United pada 2013, era pasca-Ferguson mungkin akan berjalan dengan cara yang sangat berbeda. Namun, Mourinho memilih Chelsea karena merasa memiliki janji yang harus dipenuhi.
Beberapa tahun kemudian, ia tetap mendapatkan kesempatan untuk menangani Manchester United. Tetapi ketika akhirnya tiba di Old Trafford, situasinya sudah berbeda dan klub tersebut tidak lagi berada dalam era dominasi Ferguson.
Dokumenter Netflix Mourinho pada akhirnya menunjukkan bahwa karier seorang manajer tidak hanya ditentukan oleh trofi, tetapi juga oleh keputusan-keputusan kecil yang dibuat pada momen penting.
Dari kesepakatan rahasia dengan Manchester United, keputusan kembali ke Chelsea, hubungan rumit dengan Roman Abramovich, hingga rivalitas dengan Guardiola, kisah Mourinho memperlihatkan mengapa dirinya tetap menjadi salah satu tokoh paling menarik dalam sepak bola.
Bagi penggemar sepak bola, pengungkapan tentang Manchester United mungkin menjadi salah satu alasan terbesar untuk menyaksikan dokumenter ini. Namun, nilai sebenarnya dari Mourinho terletak pada bagaimana serial tersebut memperlihatkan sisi sukses, konflik, kegagalan, ambisi, dan emosi dari seorang manajer yang selama lebih dari dua dekade selalu menjadi pusat perhatian.