0 Comments

Westbrook mengumumkan pensiunnya melalui sebuah video emosional yang menggambarkan perjalanan panjangnya di NBA. Keputusan tersebut menandai berakhirnya salah satu karier paling produktif dalam sejarah liga.

Selama 18 musim, Westbrook mencatat 209 triple-double, terbanyak sepanjang sejarah NBA. Ia juga memenangkan MVP NBA 2017, terpilih sebagai All-Star sebanyak sembilan kali, serta masuk dalam daftar NBA 75th Anniversary Team.

Pencapaian tersebut membuat Westbrook meninggalkan NBA sebagai salah satu pemain paling berpengaruh pada generasinya.

Menariknya, ia tidak menunggu sampai tidak ada lagi tawaran untuk memutuskan pensiun. Westbrook memilih berhenti ketika dirinya masih bisa menentukan sendiri bagaimana cerita terakhir kariernya.

Kings dan Wizards Sempat Mengajukan Tawaran

Laporan mengenai Russell Westbrook dan Sacramento Kings memiliki sisi yang cukup unik.

Westbrook baru saja menghabiskan musim 2025-26 bersama Kings. Sacramento mendatangkannya pada Oktober 2025 untuk menjalani musim ke-18 dalam kariernya. Ketika itu, Westbrook bergabung setelah sebelumnya bermain untuk Denver Nuggets.

Di Sacramento, Westbrook tetap memberikan kontribusi besar. Ia tampil dalam 64 pertandingan dan menjadi starter dalam 58 laga, dengan rata-rata sekitar 15,2 poin dan 6,7 assist per pertandingan.

Karena itu, tidak terlalu mengejutkan jika Kings masih menunjukkan ketertarikan untuk mempertahankannya.

Namun, situasi kontrak Sacramento menjadi salah satu persoalan. General manager Scott Perry sebelumnya mengatakan bahwa Kings hanya memiliki kemampuan untuk menawarkan kontrak veteran minimum kepada Westbrook. Perry bahkan mengakui bahwa sang pemain kemungkinan telah memberikan performa melebihi nilai kontrak minimum tersebut.

Washington Wizards Juga Menginginkan Westbrook Kembali

Selain Kings, Washington Wizards juga dilaporkan memberikan tawaran kepada Westbrook.

Kepindahan ke Washington tentu akan memiliki nilai emosional tersendiri. Westbrook pernah bermain untuk Wizards pada musim 2020-21 dan menghasilkan salah satu musim terbaik dalam kariernya.

Ia mencatat rata-rata 22,2 poin, 11,7 assist, dan 11,5 rebound dalam musim tersebut, sekaligus memecahkan rekor triple-double Oscar Robertson pada saat itu.

Karena pengalaman tersebut, Washington bukanlah tempat asing bagi Westbrook.

Namun, pada akhirnya ia tidak memilih kembali ke ibu kota Amerika Serikat tersebut.

Mengapa Westbrook Memilih Pensiun?

Tidak ada indikasi bahwa Westbrook pensiun karena sudah tidak mampu bermain di level NBA.

Sebaliknya, angka-angka dari musim terakhirnya menunjukkan bahwa ia masih dapat memberikan kontribusi sebagai pemain veteran.

Keputusan tersebut lebih terlihat sebagai pilihan pribadi untuk mengakhiri karier ketika ia merasa waktunya sudah tepat.

Westbrook menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pemain yang sangat agresif, penuh energi, dan selalu bermain dengan intensitas tinggi. Setelah 18 musim, keputusan untuk berhenti tampaknya menjadi cara bagi dirinya untuk mengontrol bagaimana kisah karier tersebut berakhir.

Reuters mencatat bahwa Westbrook mengakhiri kariernya sebagai pemegang rekor triple-double NBA dengan 209 catatan, sementara ia juga menempati posisi kelima sepanjang masa untuk assist dengan 10.351 assist dan peringkat ke-14 dalam daftar pencetak poin dengan 27.176 poin.

Dari MVP hingga Rekor Triple-Double

Karier Westbrook dimulai ketika ia dipilih pada urutan keempat NBA Draft 2008 oleh Seattle SuperSonics, yang kemudian pindah dan menjadi Oklahoma City Thunder.

Di Oklahoma City, Westbrook berkembang menjadi salah satu pemain paling eksplosif di NBA. Ia bermain bersama Kevin Durant dan James Harden dalam tim Thunder yang mencapai NBA Finals 2012.

Setelah Durant meninggalkan Oklahoma City, Westbrook mengambil peran sebagai pusat permainan Thunder.

Musim 2016-17 menjadi puncak individual kariernya.

Westbrook mencatat rata-rata 31,6 poin, 10,7 rebound, dan 10,4 assist per pertandingan. Ia menjadi pemain pertama sejak Oscar Robertson yang membukukan rata-rata triple-double selama satu musim dan kemudian memenangkan penghargaan MVP.

Lebih dari itu, Westbrook kemudian mencatat rata-rata triple-double dalam beberapa musim berikutnya dan menjadikan triple-double sebagai bagian utama dari identitas permainannya.

Karier Westbrook Berakhir di Sacramento

Ironisnya, klub terakhir dalam perjalanan panjang Westbrook adalah Kings.

Setelah sebelumnya membela Oklahoma City Thunder, Houston Rockets, Washington Wizards, Los Angeles Lakers, Los Angeles Clippers, dan Denver Nuggets, Westbrook akhirnya menghabiskan musim terakhirnya bersama Sacramento.

Di usia 37 tahun, ia masih mampu menjadi starter dalam sebagian besar pertandingan yang dimainkannya.

Hal tersebut membuat keputusan pensiun terasa semakin mengejutkan.

Namun, bagi Westbrook, mungkin tidak ada waktu yang lebih tepat untuk menutup cerita tersebut selain ketika dirinya sendiri yang menentukan waktunya.

Warisan Russell Westbrook di NBA

Terlepas dari berbagai perdebatan mengenai gaya bermain dan efektivitasnya dalam beberapa fase karier, warisan Westbrook tidak dapat dilepaskan dari statistik luar biasa yang ia tinggalkan.

Ia adalah pemimpin sepanjang masa NBA dalam jumlah triple-double.

Ia juga memenangkan dua gelar scoring champion, tiga kali menjadi pemimpin assist NBA, sembilan kali masuk All-NBA, sembilan kali menjadi All-Star, dan memenangkan medali emas Olimpiade bersama Amerika Serikat pada 2012.

Westbrook juga menjadi salah satu dari sedikit pemain dalam sejarah NBA yang mampu menghasilkan rata-rata triple-double dalam satu musim.

Karakter bermainnya yang penuh energi membuatnya menjadi sosok yang sulit diabaikan, baik ketika bermain untuk tim papan atas maupun ketika berada dalam situasi yang lebih sulit.

Pensiun Bukan Karena Kehabisan Pilihan

Pengungkapan bahwa Russell Westbrook mendapat tawaran dari Kings dan Wizards sebelum pensiun memberikan konteks penting terhadap keputusan tersebut.

Ia sebenarnya masih memiliki pilihan untuk melanjutkan karier.

Namun, setelah 18 musim, MVP, sembilan All-Star, ratusan triple-double, dan lebih dari 27 ribu poin, Westbrook memilih mengakhiri semuanya atas keputusannya sendiri.

Bagi seorang pemain yang sepanjang kariernya dikenal karena selalu bermain dengan keyakinan dan keberanian, keputusan tersebut terasa sangat sesuai dengan karakternya.

Russell Westbrook tidak menunggu NBA meninggalkannya. Ia memilih meninggalkan NBA lebih dulu.

Dan mungkin itulah cara paling tepat bagi salah satu pemain paling unik dalam sejarah NBA untuk mengakhiri perjalanan panjangnya.

Related Posts