0 Comments

Masa depan Santiago Gimenez kembali menjadi sorotan di bursa transfer musim panas 2026. Rencana kepindahan striker asal Meksiko tersebut dari AC Milan ke FC Porto kini berada dalam ketidakpastian setelah negosiasi kedua klub mengalami kebuntuan.

Porto sebelumnya menjadi salah satu klub yang paling serius mengejar Gimenez. Bahkan, sejumlah laporan menyebut sang pemain telah memberikan lampu hijau untuk pindah ke Portugal. Namun, persoalan utama justru muncul dalam negosiasi antara Porto dan Milan mengenai struktur serta nilai kesepakatan.

Kondisi tersebut membuat Porto mulai mempertimbangkan alternatif lain apabila Milan tidak mengubah tuntutan mereka.

AC Milan Tolak Tawaran Pertama Porto

Salah satu titik balik dalam saga transfer ini terjadi ketika AC Milan menolak proposal resmi pertama Porto.

Tawaran tersebut dilaporkan berupa peminjaman tanpa biaya dengan opsi pembelian sekitar €15 juta, yang dapat berubah menjadi kewajiban membeli berdasarkan sejumlah target penampilan dan gol. Namun, angka tersebut dianggap terlalu rendah oleh Milan.

Milan sendiri menginginkan struktur kesepakatan yang memberikan keuntungan finansial lebih besar. Klub Italia tersebut diketahui telah mengeluarkan lebih dari €30 juta untuk mendatangkan Gimenez dari Feyenoord pada awal 2025.

Karena itu, Rossoneri tidak ingin melepas sang striker dengan formula yang dianggap terlalu berisiko.

Porto dan Gimenez Sudah Sepakat Secara Personal

Menariknya, persoalan utama bukan berada pada pihak pemain.

Gimenez dilaporkan telah menyetujui persyaratan pribadi untuk bergabung dengan Porto. Artinya, jika kedua klub mampu menemukan formula transfer yang sesuai, kepindahan tersebut masih berpotensi terjadi.

Namun, kesepakatan personal antara pemain dan klub tidak cukup untuk menyelesaikan transfer.

Porto masih harus meyakinkan Milan mengenai nilai dan mekanisme transaksi. Inilah yang menjadi hambatan terbesar dalam proses kepindahan Gimenez.

Mengapa Negosiasi Porto dan Milan Buntu?

Ada beberapa faktor yang membuat transfer Santiago Gimenez ke Porto sulit mencapai kesepakatan.

Pertama adalah perbedaan valuasi pemain. Milan ingin mendapatkan kompensasi yang lebih baik, sementara Porto mencoba mendapatkan Gimenez dengan skema yang lebih ringan melalui peminjaman dan opsi pembelian.

Kedua adalah struktur transfer. Milan dilaporkan menginginkan klausul yang dapat memastikan opsi pembelian berubah menjadi kewajiban jika target tertentu tercapai. Porto, di sisi lain, sebelumnya mengajukan skema yang lebih fleksibel.

Perbedaan inilah yang membuat kedua klub belum menemukan titik temu.

Porto Bisa Beralih ke Target Lain

Dengan waktu bursa transfer yang semakin terbatas, Porto tidak bisa terus menunggu tanpa kepastian.

Sejumlah laporan terbaru menyebut Porto mulai mempertimbangkan target alternatif apabila negosiasi Gimenez tetap tidak menemukan solusi. Situasi tersebut membuat posisi Milan semakin penting karena mereka harus memutuskan apakah akan menurunkan tuntutan atau mempertahankan valuasi sang striker.

Jika Porto benar-benar mundur, Gimenez berpotensi kembali berada dalam skuad Milan meskipun masa depannya di San Siro juga masih belum jelas.

Masa Depan Gimenez di AC Milan Masih Abu-Abu

Gimenez bergabung dengan Milan pada Februari 2025 setelah tampil produktif bersama Feyenoord. Namun, performanya di Italia belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi.

Dalam 37 pertandingan resmi bersama Milan, Gimenez tercatat mengoleksi tujuh gol dan enam assist.

Situasi tersebut membuat Milan terbuka terhadap kemungkinan melepasnya pada musim panas ini.

Kehadiran Ruben Amorim dan rencana perubahan di lini depan juga dapat memengaruhi masa depan striker Meksiko tersebut. Gimenez membutuhkan menit bermain yang konsisten, sementara Milan sedang membangun kembali struktur serangan mereka.

Porto Masih Bisa Kembali ke Meja Negosiasi

Meski negosiasi saat ini buntu, peluang transfer belum sepenuhnya tertutup.

Laporan terbaru pada 20 Agustus menyebut pembicaraan antara Milan dan Porto masih terbuka dan kedua klub masih berusaha memperkecil perbedaan. Gimenez sendiri tetap disebut telah memberikan persetujuan terhadap kemungkinan pindah ke Portugal.

Dengan demikian, judul bahwa Porto “menyerah” perlu dipahami sebagai situasi sementara, bukan konfirmasi bahwa klub Portugal tersebut telah resmi menghentikan pengejaran.

Porto masih dapat mengajukan tawaran baru jika ingin menghidupkan kembali proses transfer.

Transfer Santiago Gimenez ke Porto saat ini berada dalam situasi sulit setelah negosiasi dengan AC Milan menemui jalan buntu. Milan menolak tawaran awal Porto karena struktur dan nilai kesepakatan dianggap belum memenuhi tuntutan klub.

Di sisi lain, Gimenez disebut sudah menyetujui kepindahan ke Porto. Artinya, hambatan utama berada pada negosiasi antarklub.

Jika Porto bersedia meningkatkan proposal, transfer masih mungkin kembali bergerak. Namun, apabila kedua pihak tidak menemukan solusi dalam waktu dekat, Porto berpotensi mengalihkan perhatian kepada target lain dan Gimenez harus kembali mempertimbangkan masa depannya di AC Milan.

Related Posts