
Patrick Soon-Shiong memastikan dirinya tidak akan menjual saham minoritasnya di Los Angeles Lakers di tengah drama besar perubahan kepemilikan franchise NBA tersebut. Pengusaha dan pemilik Los Angeles Times itu tetap mempertahankan sekitar 4% saham Lakers, meskipun Mark Walter telah menyepakati penjualan saham mayoritas kepada Bob Iger dan Josh Kushner dengan valuasi mencapai US$12,5 miliar.
Keputusan Soon-Shiong menjadi perhatian karena perubahan kepemilikan Lakers saat ini diwarnai perselisihan internal keluarga Buss. Di saat sebagian pemegang saham bergerak untuk menjual kepemilikan mereka, Soon-Shiong justru memilih bertahan dan menyatakan optimismenya terhadap masa depan Lakers.
Patrick Soon-Shiong Tegaskan Tidak Akan Menjual Saham Lakers
Melalui pengacaranya, Chuck “Tiger” Kenworthy, Soon-Shiong menyampaikan bahwa dirinya “absolutely not selling” saham Lakers yang dimilikinya. Ia membeli sekitar 4% kepemilikan tersebut dari legenda Lakers, Magic Johnson, pada 2010.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Soon-Shiong masih melihat potensi jangka panjang dari salah satu franchise olahraga paling bernilai di dunia.
Menurut Kenworthy, Soon-Shiong memiliki hubungan baik dengan Bob Iger dan Josh Kushner. Ia bahkan menyatakan bahwa Soon-Shiong siap menjadi mitra yang aktif dan mendukung setelah transaksi kepemilikan Lakers antara Walter dengan kelompok Iger dan Kushner selesai.
Dengan demikian, Soon-Shiong bukan hanya mempertahankan investasinya, tetapi juga menyambut era kepemilikan baru Lakers.
Drama Penjualan Lakers Mencapai Valuasi US$12,5 Miliar
Drama kepemilikan Lakers bermula ketika Mark Walter, yang sebelumnya mengambil alih saham mayoritas keluarga Buss pada 2025, kemudian menyepakati penjualan saham mayoritas kepada Bob Iger dan Josh Kushner.
Transaksi tersebut menempatkan valuasi Lakers di angka US$12,5 miliar, menjadikannya salah satu transaksi paling besar dalam sejarah olahraga profesional. NBA sebelumnya telah menyetujui pengambilalihan mayoritas oleh Walter pada Oktober 2025, ketika keluarga Buss masih mempertahankan kepemilikan berkelanjutan.
Namun, perubahan tersebut kembali memunculkan ketidakpastian setelah keluarga Buss berencana menjual sisa 17,8% saham mereka kepada kelompok Iger dan Kushner.
Jeanie Buss Berusaha Mempertahankan Posisi
Bagian paling rumit dari drama tersebut melibatkan Jeanie Buss, yang selama bertahun-tahun menjadi figur utama dalam pengelolaan Lakers.
Lima dari enam saudara Buss disebut mendukung penjualan sisa saham keluarga. Namun, Jeanie Buss menentang rencana tersebut karena penjualan 17,8% saham berpotensi membuat kepemilikannya berada di bawah ambang 15% yang diperlukan untuk mempertahankan posisi sebagai governor Lakers.
Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi persoalan hukum. Pengacara Jeanie Buss berargumen bahwa penjualan saham keluarga membutuhkan persetujuan para co-trustee dan bahwa keputusan untuk menjual tanpa persetujuannya tidak sah.
Situasi ini membuat proses transisi kepemilikan Lakers menjadi jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar transaksi bisnis biasa.
Sikap Soon-Shiong Berbeda dari Keluarga Buss
Di tengah konflik tersebut, Soon-Shiong memilih jalan berbeda. Ia tidak ikut menjual kepemilikannya dan justru menyatakan dukungan terhadap calon pemilik baru Lakers.
Sikap tersebut menarik karena Soon-Shiong sebenarnya memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan besar jika menjual sahamnya pada valuasi Lakers sebesar US$12,5 miliar.
Namun, ia memilih mempertahankan investasinya. Keputusan itu menunjukkan bahwa pemilik Los Angeles Times tersebut masih percaya bahwa nilai Lakers dapat terus meningkat dalam jangka panjang.
Bagi Soon-Shiong, kepemilikan Lakers bukan semata-mata persoalan investasi finansial. Hubungannya dengan franchise tersebut telah berlangsung lebih dari satu dekade sejak ia membeli saham dari Magic Johnson.
Bob Iger dan Josh Kushner Mendapat Dukungan
Kehadiran Bob Iger dan Josh Kushner menjadi bagian penting dari babak baru Lakers.
Iger dikenal luas melalui karier panjangnya di Disney, sementara Kushner merupakan investor dan pendiri Thrive Capital. Keduanya kini berada di garis depan rencana kepemilikan baru Lakers dengan valuasi US$12,5 miliar.
Soon-Shiong telah menyambut keduanya sebagai mitra baru. Ia bahkan menyampaikan dukungan publik melalui unggahan “Go Lakers!” setelah kabar transaksi tersebut muncul.
Dukungan tersebut memberikan gambaran bahwa hubungan antara pemegang saham minoritas dan calon pemilik baru kemungkinan akan menjadi salah satu faktor penting dalam era berikutnya.
Masa Depan Lakers Setelah Perubahan Kepemilikan
Perubahan kepemilikan Lakers terjadi pada periode penting bagi franchise tersebut. Lakers tetap menjadi salah satu merek olahraga paling terkenal di dunia dan memiliki basis penggemar global yang sangat besar.
Valuasi US$12,5 miliar juga menunjukkan betapa tingginya nilai ekonomi franchise tersebut. Perubahan kepemilikan bukan hanya menyangkut kontrol terhadap tim, tetapi juga masa depan bisnis, strategi komersial, dan arah organisasi.
Dalam konteks tersebut, keputusan Patrick Soon-Shiong untuk mempertahankan sahamnya dapat dipandang sebagai bentuk kepercayaan terhadap prospek Lakers.
Ia juga tidak sendirian dalam kelompok pemegang saham minoritas. Edward P. Roski Jr., yang memiliki sekitar 3% saham, juga belum dilaporkan mengambil keputusan untuk menjual kepemilikannya.
Keputusan Soon-Shiong Bisa Menjadi Investasi Jangka Panjang
Dengan valuasi Lakers yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, mempertahankan saham minoritas dapat menjadi keputusan strategis.
Soon-Shiong memiliki kesempatan untuk tetap mendapatkan manfaat dari pertumbuhan nilai franchise tanpa harus terlibat langsung dalam perebutan kendali antara keluarga Buss dan kelompok pemilik baru.
Jika era Iger dan Kushner berhasil membawa Lakers menuju kesuksesan olahraga dan komersial, nilai saham minoritas Soon-Shiong berpotensi ikut meningkat.
Namun, proses transisi masih menghadapi sejumlah persoalan, terutama terkait rencana penjualan saham keluarga Buss dan posisi Jeanie Buss. Penjualan kepada Iger dan Kushner juga masih membutuhkan persetujuan NBA sebelum dapat sepenuhnya diselesaikan.
Patrick Soon-Shiong memilih mempertahankan sekitar 4% sahamnya di Los Angeles Lakers di tengah drama besar perubahan kepemilikan franchise. Keputusan tersebut berbeda dengan langkah sebagian pemegang saham lain yang tengah mempertimbangkan atau berusaha menjual kepemilikan mereka.
Dengan Mark Walter menjual saham mayoritas kepada Bob Iger dan Josh Kushner dalam transaksi bernilai US$12,5 miliar, Lakers memasuki era baru yang penuh perubahan.
Sementara perselisihan keluarga Buss masih berlangsung, Soon-Shiong justru memberikan dukungan kepada calon pemilik baru. Bagi dirinya, mempertahankan saham Lakers tampaknya merupakan taruhan terhadap masa depan salah satu franchise paling berharga dan berpengaruh dalam sejarah NBA.